Menu

Mode Gelap
Thoriqot, Pilar Utama Pergerakan BABAD BANTEN Inkompentensi Pejabat Sangat Membahayakan Bagi Masa Depan Bangsa Belajar dari Pohon Bambu Pondok Pesantren Modern Daarul Muttaqien : Melahirkan Alumni Hebat FILSAFAT RASA: Menemukan Kembali Organ Pengetahuan Nusantara

Agama Islam · 9 Mei 2025 06:29 WIB ·

SOEKARNO DAN THE NEW WORLD OF ORDER


 Dr Safari Ans Peneliti Senior Aset Nusantara Perbesar

Dr Safari Ans Peneliti Senior Aset Nusantara

SOEKARNO DAN THE NEW WORLD OF ORDER

Tangerang, Jumat 9/05/2025 (babadbanten.com). Dalam kehidupannya tidak banyak publik mengetahui apa yang telah ia lakukan, kecuali apa yang telah diberitakan media masa ketika itu. Apalagi yang terkait dengan Aset Nusantara, Soekarno amat merahasiakannya. Tapi kini sudah saatnya publik tahu dan paham, sumbangsih bangsa Indonesia pada dunia.

Pidato Soekarno di PBB pada tahun 1960, yang bertajuk “To Build the World Anew”, itu mencerminkan keinginannya agar kehidupan manusia di muka bumi sejahtera dan makmur.

Untuk mencapai tujuan itu, setidaknya Soekarno membuat tiga perjanjian dengan bangsa Amerika Serikat pada masanya. Perjanjian Tampak Siring, Perjanjian Washington DC, dan Green Hilton Memorial tahun 1963. Dari tiga perjanjian itu, ada 140.000.000 (seratus empat puluh juta) kg emas murni yang ia sediakan sebagai kolatetal mencetak mata uang Dollar Amerika Serikat. Soekarno ingin agar negara Paman Sam itu menjadi polisi dunia. Untuk sementara tercapai tujuan itu. Tapi kini gagal total setelah Pemerintah Donald Trump kedua. Amerika kini bagaikan monster bagi bangsa lain di dunia.

Bahkan ia juga menyiapkan “Funds Belonged to the People of the Afro-Asean Countries” dan Dana Rakyat Nusantara dengan mendepositokan emas dengan total semua menjadi 70.000.000.000 (tujuh puluh miliar) kg atau 70 juta metric ton emas murni dimana Soekarno sebagai holder depositor di Union Bank of Switzerland. Bahkan Tengku Abdoel Rahman Malaysia disiapkan emas 2.420.937.400 kg berupa Safekeeping Reciept tercatat di UBS. Tetapi kemudian Tengku ini mengkhianatinya.

Bagi Soekarno, emas Nusantara terlalu banyak. Ada emas yang berasal dari dinasty, prasasty, dan trusty. Emas dinasty berasal dari raja-raja Nusantara dan dunia, termasuk dari King Solomon (Nabi Sulaiman AS). Lalau emas yang berasal dari prasasty yang terikat dengan perjanjian lama. Juga emas yang berasal trusty. Seperti titipan Chiang Kae Shiek (Taiwan), dari Syah Iran (Raja Iran), Irak, dan sebagainya.

Belum lagi soal kemampuan nenek moyang bangsa Indonesia mampu menciptakan emas tanpa tambang yang saat ini disebut “Green Gold”. Artinya emas bisa diproduksi berapapun sesuai kebutuhan manusia. Namun semua ini hanya diperuntukan manusia memasuki peradaban baru yang lebih beradab dan tidak ada perang, dimana manusia saling bunuh. Itulah The New World of Order versi Soekarno. Bukan versi yang lain. Ialah dimana saat manusia dibumi hidup damai, aman, makmur, dan sejahtera. Mungkinkah? Wallahualllam. (Salam Safari Ans.)

Penulis adalah Peneliti Senior Aset Nusantara

Editor : Raden Sadrun Muda

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Thoriqot, Pilar Utama Pergerakan BABAD BANTEN

4 Desember 2025 - 23:04 WIB

Inkompentensi Pejabat Sangat Membahayakan Bagi Masa Depan Bangsa

4 Desember 2025 - 03:46 WIB

Belajar dari Pohon Bambu

4 Desember 2025 - 02:35 WIB

Pondok Pesantren Modern Daarul Muttaqien : Melahirkan Alumni Hebat

3 Desember 2025 - 06:27 WIB

FILSAFAT RASA: Menemukan Kembali Organ Pengetahuan Nusantara

3 Desember 2025 - 04:32 WIB

Untuk Apa Banyak-banyak Kawan

3 Desember 2025 - 03:51 WIB

Trending di Berita