Belajar dari Grup Petruk: dari anak Kampung yang bisa merebut Kekuasaan
6 Desember 2025
Tangerang (babadbanten.com). Siapa Jenderal Besar Soeharto? Di dunia militer saat itu pamornya jauh dari Jenderal Ahmad Yani, Jenderal AH Nasution dan Jenderal angkatan darat lainnya.
Namun siapa sangka, Soeharto lah yang mampu menduduki singgasana kekuasaan pasca Soekarno di Republik ini.
Semua Jenderal yang mencorong karir militernya lenyap tanpa tanpa jejak.
Tujuh Jenderal yang keren2 malah kemudian menjadi korban dari kebiadaban Kaum Komunis di bawah kendali Partai Komunis Indonesia (PKI).
Jenderal Besar Soeharto dengan karir militer yang tidak terlalu mencorong justru kemudian mampu tampil menjadi Icon Pahlawan Bangsa dan berkuasa penuh selama 32 tahun tanpa ampun.
Kekuasan Soeharto lebih lama daripada Soekarno. Bahkan nyaris selama berkuasa, Soeharto tanpa memiliki musuh politik yang tangguh dan kuat.
Sekalipun ada, itu hanyalah serpihan-serpihan yang tidak begitu berpengaruh pada kekuatan dan kekuasaan Soeharto.
Pertanyaan sederhananya, mengapa Soeharto yang bukan siapa-siapa menjadi penguasa dengan durasi waktu yang lebih lama dari Soekarno? Bagaimana Soeharto membangun kekuatan Politiknya? Siapa tim politik Soeharto yang super canggih tersebut dan bagaimana pola kerjanya?
Barangkali itu pertanyaan sederhana yang mesti kita kaji serius agar kita bisa mendapatkan gambaran utuh bagaimana Soeharto meraih kekuasaan dan mampu mempertahankan kekuasaan dengan sangat lama.
Yang perlu dicatat: Soeharto bukan siapa-siapa. Beliau hanyalah anak seorang petani kecil di Bantul. Meskipun ada selentingan bahwa beliau sebenarnya masih memiliki darah bangsawan dari kesultanan Jogyakarta Hadiningrat.
Namun hal itu masih menjadi misteri yang misterius. Karena dari pihak kraton belum pernah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Soeharto memiliki Kekancingan dengan keluarga Kraton Jogjakarta.
Justru yang sudah fakta adalah status Ibu Tien Soeharto yang jelas merupakan ningrat dari Kraton Mangkunegaran Surakarta.
Sebenarnya dari logika ini saja, kita bisa membaca bahwa sesungguhnya Soeharto pun sebenarnya masih berdarah Bangsawan tapi dimasturkan. Entah apa tujuannya kita belum tahu. Dan hingga kini tidak ada gembar gembor tentang silsilah beliau.
Menurut penulis, inilah titik penting yang harus kita simak secara serius. Soeharto memasturkan jati dirinya sebagai bangsawan Kraton Jogyakarta Hadiningrat. Seolah-olah tidak ada kaitan apapun dengan Kraton. Padahal Soeharto bergerak senyap untuk merebut dan menduduki singgasana kekuasaan tertinggi di Republik ini.
Pernah ada selentingan, tampilnya Soeharto ke tampuk kekuasaan di Republik ini, semua itu bermula dari sebuah grup diskusi kecil yang dibentuk oleh Soeharto dkk di Bantul Jogyakarta. Grup itu bernama Grup Petruk.
Dari kisah Presiden Soeharto ini, kita harus belajar dari sejarah mereka dengan serius bila ingin mengembalikan kekuasaan bangsawan kita di Kesultanan Banten. (TS101)
Penulis Tubagus Soleh Ketum Pucuk Umun Kerabat dan Sahabat Kesultanan Banten (Babad Banten)
Views: 8






