Beranda / Trending / Gerakan “Kaum Intelektual” akankah didukung Rakyat?

Gerakan “Kaum Intelektual” akankah didukung Rakyat?

Gerakan “Kaum Intelektual” akankah didukung Rakyat?

Tangerang, Sabtu 13/06/2026 (babadbanten.com). Gerakan Reformasi Jilid 2 yang dimotori oleh kaum intelektual kalangan kampus membuat kening kita ” mengkerut ” sejenak. Pasalnya, narasi yang disuarakan sangat bertentangan dengan logika awam.

Kita tidak menduga kaum intelektual yang terbiasa dengan kutak katik logika memunculkan narasi aksi #Menuju Indonesia Bangkrut.

Tentu saja bagi kaum awam, narasi ini sangat sumir, aneh dan sangat pesimistik. Narasi ini juga tidak berhasil memotret realitas objektif yang sesungguhnya. Bahkan terkesan sangat mengada-ada.

Bagi kaum intelektual, mengkritisi kebijakan Pemerintah haruslah berdasarkan wawasan ilmu. Artinya, produk pemikiran yang muncul merupakan hasil dari analisa dan kajian yang mendalam dan dari sumber kebijaksanaan sebagai seorang intelektual.

#menuju Indonesia Bangkrut bukanlah produk intelektual berdasarkan wawasan ilmu. Tapi bentuk lain dari game opini yang memaksakan kehendak atau kepentingan politik “kaum intelektual” itu sendiri.

Kita, kaum awam sangat merespon 5 tuntutan yang disuarakan oleh para mahasiswa dalam demo Reformasi Jilid 2. Karena kita melihat dan membaca dengan seksama 5 tuntutan itu masuk akal. Hanya satu yang perlu dihapus dari tuntutan itu yaitu menghentikan Program MBG.

Menurut penulis, Program MBG sangat bermanfaat dan rakyat menerima program tersebut dengan suka cita. Meskipun dalam pelaksanaannya masih ada kekurangan dan penyimpangan. Namun bila menghentikan program MBG karena hal teknis bukanlah sikap yang bijaksana.

Menurut keyakinan penulis, rakyat akan mendukung perjuangan mahasiswa dan “kaum intelektual” sebagai bentuk tanggung jawab sebagai kader bangsa dan negara. Karena kaum awan percaya, kaum intelektual merupakan garda terdepan dalam menjaga visi besar Indonesia yang kita cita-cita sebagaimana yang telah termaktub dalam pembukaan UUD 1945.

Tapi, dalam perjuangan ini kita harus mencontoh laku lampah para Founding Fathers dan leluhur kita dalam menegakkan Republik Indonesia mengusir Penjajah dari Tanah Air Ibu Pertiwi.

Meskipun pahit kehidupan Bangsa saat itu, namun mereka tetap tidak kehilangan rasa optimisme dan kebijaksanaan dalam melahirkan narasi-narasi optimistiknya dalam melihat masa depan bangsanya.

Jadi bila gerakan kaum intelektual ingin mendapatkan dukungan rakyat, hidupkanlah harapan rakyat. Nyalakanlah keberanian rakyat dan tuntunlah rakyat dengan cinta kasih ketika berada dalam kegelapan. Tanpa itu tidak akan ada reformasi jilid 2.(101).

Penulis Tubagus Soleh, Ketum Pucuk Umun BABAD BANTEN

Views: 9

Tag:

Tinggalkan Balasan