Menu

Mode Gelap
Thoriqot, Pilar Utama Pergerakan BABAD BANTEN Inkompentensi Pejabat Sangat Membahayakan Bagi Masa Depan Bangsa Belajar dari Pohon Bambu Pondok Pesantren Modern Daarul Muttaqien : Melahirkan Alumni Hebat FILSAFAT RASA: Menemukan Kembali Organ Pengetahuan Nusantara

Movie · 30 Des 2024 11:08 WIB ·

Kata Tubagus Solehudin : Spirit Bung Karno & Runtuhnya Super Power Amerika Serikat

Oleh Tubagus Solehudin, Ketum BABAD BANTEN


Pernyataan Tegas Bung Karno

“Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel.”
(Pidato Presiden Soekarno pada HUT Kemerdekaan ke-21, tahun 1962)

Pidato Bung Karno ini mencerminkan sikap tegas Indonesia terhadap penjajahan. Sebagai pemimpin, beliau menolak keras berdirinya negara Israel dan tidak pernah mengakui kemerdekaannya. Pandangan tersebut menunjukkan visi panjang Bung Karno dalam menentang imperialisme, kolonialisme, dan segala bentuk neokolonialisme di dunia.


Spirit Bung Karno Hidup dalam Jiwa Bangsa Indonesia

Keberanian Bung Karno dalam membela Palestina mengalir dalam jiwa bangsa Indonesia hingga saat ini. Putra-putri Ibu Pertiwi terus memegang prinsip anti-nekolim (neokolonialisme dan imperialisme). Penolakan terhadap Israel bukan sekadar politik, tetapi merupakan kesadaran mendalam tentang hakikat kemanusiaan.

Indonesia memiliki pengalaman pahit dijajah. Sebagai bangsa kelas sudra di masa kolonial, kita tahu betul pedihnya penindasan. Oleh sebab itu, perjuangan melawan penjajahan menjadi nilai dasar yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945: “Kemerdekaan adalah hak segala bangsa.”


Kesetaraan Sebagai Dasar Perdamaian Dunia

Bangsa Indonesia meyakini bahwa tidak boleh ada bangsa yang merasa lebih tinggi dari yang lain. Apalagi mengklaim status sebagai superpower yang berhak mengatur dunia. Prinsip kesetaraan ini menjadi fondasi dalam membangun perdamaian.

Bung Karno dengan tegas menolak berdirinya Israel karena bertentangan dengan nilai-nilai tersebut. Selain itu, beliau mengecam negara-negara pendukung Israel, seperti Inggris dan Amerika Serikat. Jargon “Inggris kita linggis, Amerika kita setrika” mencerminkan perlawanan Bung Karno terhadap neokolonialisme yang merugikan kemanusiaan.


Relevansi Pandangan Bung Karno di Masa Kini

Sikap Bung Karno tetap relevan hingga saat ini. Perjuangan Palestina untuk meraih kemerdekaan masih berlangsung. Di sisi lain, masyarakat dunia semakin sadar akan kebiadaban Israel. Tanda-tanda runtuhnya imperialisme global kian terlihat.

Amerika Serikat, sebagai pendukung utama Israel, kini menghadapi tantangan besar. Seperti Uni Soviet yang runtuh akibat perlawanan Mujahidin Afghanistan, Amerika juga bisa menghadapi nasib serupa. Kesadaran global yang terus meningkat akan mempercepat lahirnya tatanan dunia baru yang adil tanpa penindasan.


Warisan Bung Karno untuk Bangsa Indonesia

Spirit Bung Karno adalah warisan ideologis yang harus dijaga. Indonesia perlu terus berdiri di garis depan dalam mendukung Palestina. Kesadaran ini bukan hanya soal politik internasional, tetapi juga tentang menjaga prinsip kemanusiaan universal.

Penulis yakin, pandangan visioner Bung Karno akan terus menjadi inspirasi. Dunia kini mulai bergerak menuju perubahan besar. Dengan semangat Bung Karno, bangsa Indonesia akan tetap konsisten mendukung perjuangan Palestina hingga mereka merdeka sepenuhnya.

Artikel ini telah dibaca 106 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gerakan Thoriqoh dan Ancaman Perpecahan Bangsa

4 November 2025 - 01:29 WIB

97 tahun Sumpah Pemuda Yang Sakti: Ajang Refleksi Antar Pemuda

28 Oktober 2025 - 08:44 WIB

Membaca Pilpres 2029 : Prabowo Tetap Presiden, Cawapres yang bakal Ramai

8 Oktober 2025 - 04:57 WIB

HUT Banten ke 25 : Rakyat Mau Di Bawa Kemana? (Bagian pertama dari dua tulisan)

2 Oktober 2025 - 23:44 WIB

Dukung Pelantikan, Ketua DPRD Kota Tangerang Terima Audensi PW JATMA ASWAJA Banten

2 Oktober 2025 - 00:16 WIB

BKMT Sambut DPD LPQQ Tangsel

24 September 2025 - 01:48 WIB

Trending di Agama Islam