Nabi Ibrahim Alaihissalam Kholilulloh dan Peristiwa Pengorbanan Ismail
Tangerang, Selasa 26/06/2026 (babadbanten.com). Idul Adha tidak bisa dilepaskan dari Sosok Nabi Ibrahim Alaihissalam Kholilulloh. Sebagai seorang Nabi yang sangat tinggi ketauhidannya Kepada Alloh SWT dan sorang ayah yang sangat berhasil dalam membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah, Nabi Ibrahim merupakan uswah hasanah bagi kita semua. Dari Jalur Nabi Ibrahim dan Puteranya Nabi Ismail lahirlah Nabi Akhir Zaman Yaitu Nabi Muhammad SAW.
Umat Islam merayakan Idul Adha karena untuk memperingati Pengorbanan Nabi Ibrahim Alaihissalam yang mendapat perintah dari Alloh Swt untuk menyembelih Putera beliau yang bernama Ismail. Sebagai Seorang Ayah dan baru saja menyaksikan puteranya remaja, tidak terbayangkan perasaan beliau harus melaksanakan perintah Tuhan. Namun sebagai seorang Nabi yang memiliki Ketauhidan yang kokoh, Nabi Ibrahim tetap melaksanakan perintah tersebut. Hingga kini Umat Islam di dunia memperingatinya dengan melaksanakan Idul Adha. Yaitu melaksanakan peringatan Pengorbanan Ismail dengan memotong hewan qurban sebagai simbol.
Apa sesungguhnya makna dari “perayaan” Idul Adha ini bagi umat Islam? Pertama, kita harus melihat sosok Nabi Ibrahim yang menjadi sentral dari peristiwa kejadian tersebut. Beliau seorang ayah yang hebat, beliau seorang Nabi yang memiliki derajat yang tinggi, beliau leluhurnya Nabi Akhir Zaman Yaitu Nabi Muhammad SAW. Kedua, Kita harus melihat sosok Nabi Ismail. Remaja, mungkin baru mengenal sosok ayahnya, Namun sudah memiliki ketauhidan yang sangat kuat dan kokoh. Beliau seusia remaja sudah memiliki keimanan dan ketauhidan yang tidak tergoyahkan. Maka ketika perintah Tuhan disampaikan oleh ayah beliau untuk disembelih beliau dengan pasrah dan penuh keimanan siap melaksanakannya. Ketiga, Kejutan Peristiwa. Tuhan menggantinya dengan domba.
Ketiga makna tersebut yang seharusnya kita pahami dengan benar agar semangat berkurban tidak sebatas semangat potong hewan dan dilanjutkan dengan nyate-nyate berjamaah. Tanpa dapat hikmah dari “perayaan” Idul Adha yang semestinya. (tubagus soleh Kepala Tubagus Philoshopi School).
Editor : Mas Sae Noen
Views: 4







