PIK 2 dan Dialog dengan Masyarakat
Ki Bacik mengingatkan, tanggapan terhadap PIK 2 seharusnya bersifat proaktif, bukan reaktif berlebihan. “Saya yakin pengelola PIK 2 siap membuka dialog dengan masyarakat, khususnya yang terdampak di wilayah Kesambi, Teluknaga, Kampung Melayu, dan Pakuhaji,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan dialog dengan semua pemangku kepentingan (stakeholder) adalah cara terbaik untuk mencapai solusi yang adil. “Solusi win-win solution pasti bisa dicapai selama kita bersikap objektif,” ujar Ki Bacik.
Dampak Positif PIK 2 bagi Tangerang Utara
Mengutip data dari berbagai media, Ki Bacik menjelaskan bahwa sejak pembangunan PIK 2, telah tercipta sekitar 163.000 peluang kerja di sektor konstruksi, vendor, dan area komersial. Kawasan ini dirancang sebagai destinasi wisata unggulan di Tangerang, didukung oleh infrastruktur modern, pusat perbelanjaan, dan fasilitas publik lengkap.
Kawasan PIK 2 bahkan telah menarik perhatian wisatawan domestik maupun internasional. Menurut Ki Bacik, hal ini berpotensi besar mendorong pembangunan Tangerang Utara ke arah yang lebih baik. “Dengan semua potensi ini, PIK 2 bisa menjadi katalisator dan dinamisator pembangunan yang selama ini kita butuhkan,” tandasnya.
Views: 0







