Beranda / Trending / Oleh-Oleh Ramadhan : Indahnya Menjadi Manusia seutuhnya

Oleh-Oleh Ramadhan : Indahnya Menjadi Manusia seutuhnya

Oleh-Oleh Ramadhan : Indahnya Menjadi Manusia seutuhnya

Oleh Tubagus Soleh

Tangerang, Sabtu 29/03/2025 (babadbanten.com). Mengapa umat Manusia mendapatkan perintah berpuasa? Perlu diketahui, Puasa merupakan bentuk Ibadah yang sangat tua. Bila ditelisik lebih dalam, semua agama mengajarkan dan memerintahkan umatnya untuk melakukan Ibadah Puasa. Jadi, Ibadah puasa ini tidak hanya dilaksanakan oleh umat Islam saja. Namun yang paling populer dalam menjalankan Puasa sebagai Ibadah yang dilaksanakan secara massal dan publish baru Umat Islam. Menarik dan patut kita renungkan dengan seksama.

Secara awam, Puasa merupakan bentuk Ibadah tidak makan dan minum di siang hari. Istilahnya menahan lapar dan dahaga hingga waktu Magrib atau Matahari terbenam. Bagi Umat Islam Puasa sebagai Ibadah dikerjakan setahun sekali setiap bulan Ramadhan. Sebulan Penuh dan diakhiri pada 1 syawal. Semuanya wajib melaksanakannya kecuali yang secara syar’i tidak terkena kewajiban puasa seperti wanita yang sedang haid.

Mengapa kita diwajibkan berpuasa?  Apa spesialnya puasa sebagai Ibadah daripada Ibadah lainnya? Sehingga kita semua diwajibkan harus melaksanakan puasa sebagai Ibadah? Kita semua sudah banyak mendengar penjelasan Puasa sebagai Ibadah dari sisi medis. Semua ahli medis mengatakan bahwa Puasa sangat menyehatkan bahkan mampu meregenerasi sel yang sangat cepat. Kita juga sudah banyak mendengar penjelasan para ahli agama bahwa puasa di bulan Ramadhan memiliki nilai lebih dibandngkan dengan puasa sunnah lainnya. Sebab di bulan Ramadhan ini Alqur’an sebagai Mukjizat Nabi Muhammad SAW diturunkan. Dan menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat manusia khususnya Umat Islam.

Menariknya, Puasa sebagai Ibadah merupakan rukun Islam ke 3 setelah Syahadatain dan Shalat. Itu bermakna bahwa Puasa sebagai Ibadah merupakan Ibadah yang sangat penting bagi manusia. Tidak akan mungkin mampu mengeluarkan zakat fitra bila tidak melaksanakan Puasa sebagai Ibadah pada buan ramadhan. Zakat Fitra yang berarti membersihkan dan mensucikan diri pribadi dengan simbol mengeluarkan beras atau makan pokok sebesar 3,5 liter. Zakat Fitra adalah simbol kesadaran mengeluarkan segala bentuk kotoran agar jiwa kita, diri kita kembali menjadi ftri (suci). Berpuasa di bulan Ramadhan tapi tidak mengeluarkan zakat fitra menurut ucapan para ahli agama ibadah puasanya tidak afdhol.

Disinilah pentingnya menjaga kesadaran kita agar Puasa sebagai Ibadah di bulan Ramadhan yang kita lakukan mendapatkan maknanya yang hakiki. Puasa sebagai Ibadah bukan sekedar menahan dahaga haus dan lapar saja. Namun lebih dari itu, Puasa sebagai Ibadah yang kita lakukan harus mendapatkan oleh-oleh spesial yaitu kesadaran menjadi manusia seutuhnya. Loh koq bisa begitu? Iya bisa. Sebab bila kita ‘benar’ dalam melaksanakan ajaran Puasa Ramadhan sebagai Ibadah spesial pasti kita mendapatkan makna yang spesial berupa hadiah yang spesial juga. Yaitu menjadi manusia seutuhnya yang penuh welas asih pada sesama manusia dan makhlukNya.

Penulis adalah Ketum Pucuk Umun BABAD BANTEN

Views: 0

Tag:

Tinggalkan Balasan