Beranda / Trending / Manusia Aneh mencari Tuhan Muter-muter, Engga Ketemu Juga

Manusia Aneh mencari Tuhan Muter-muter, Engga Ketemu Juga

Manusia Aneh mencari Tuhan Muter-muter, Engga Ketemu Juga

Melihat kelakuan orang yang ngaku Sufi

Selasa,09/12/2025

Tangerang (babadbanten.com). Kita ini adalah Makhluk Ruh yang di bungkus Jasad. Ruh itu abadi karena Ruh merupakan energi (Cahaya/Nur). Sementara Jasad itu terbatas, kena rusak karena Jasad merupakan Partikel (Materi).

Tugas Ruh itu sangat panjang untuk menjadi wakil Tuhan dalam memelihara Semesta Ciptaan-Nya (Khalifah).

Pertanyaan Mendasar

Apakah Ruh itu berulang-ulang diwadahi Jasad, ketika Jasad yang lama sudah tidak terpakai, ataukah Ruh hanya diberi wadah Jasad satu kali saja dalam hidup di dunia kini, dan Ruh selanjutnya balik kembali ke alam akhirat, untuk menunggu kehidupan berikutnya yang merupakan alam pembalasan atau karma atas kehidupan yang dijalani kini. Ataukah sesungguhnya kehidupan kinipun merupakan karma dari kehidupan sebelumnya.

Manusia hanyalah sebutir debu kosmik di tengah jagat raya yang tak terhingga. Semesta di Ciptakan tanpa batas, supaya manusia memiliki batasan. Semesta Raya sudah ada sejak milyaran tahun dan akan terus ada sampai batas waktu Sang Pencipta kehendaki.

Dari sejak ada kehidupan, mulai dari sebutir bakteri yang baru hidup sampai manusia yang memiliki Intelejensi paling tinggi dan komplek, terus mengalami revolusi di semesta raya ini. Hilang silih berganti oleh proses revolusi semesta raya.

Ada kehidupan yang mengalami hancur dan hilang, tapi ada juga kehidupan baru yg terbentuk. Akibat ledakan suatu bintang atau galaxi di semesta raya ini.

Di semesta raya ini ada manusia yang sedang menapaki kehidupan dengan intelejensi paling canggih dan mutakhir sampai batas kehancuran akan menimpa mereka, tapi ada juga yang sedang memulai kehidupan primitif seperti pertama kali manusia ada di bumi ini.

Bumi ini mampu menampung pertambahan jumlah manusia, tetapi bumi tidak akan mampu menampung keserakahan manusia. Maka alam akan memiliki cara untuk menyeimbangkan dirinya sendiri.

Manusia adalah entitas hayati yang memiliki rasa dan intelejensi juga kesadaran.

Dengan kesadaran inilah manusia akan menerima apa yang dia miliki saat ini dan mensyukurinya, itulah kebahagiaan. Yaitu menerima anugrah Sang Pencipta yang ada saat ini dan mensyukurinya, bukan terlena dengan pencarian yang belum ada.

Memanfaatkan waktu yang sangat sebentar dalam hidup ini, untuk menyadari, merasakan, mensyukuri, memanfaatkan, dan berbagi anugrah Tuhan kepada keluarga terkasih dan kepada sesama entitas hidup makhluk ciptaan Tuhan. Itulah manusia cerdas.

Karena kita tidak tahu, kapan semesta ini berhenti dari berproses, yaitu kehancuran Galaxi lama, dan terbentuk Galaxi baru, sehingga kehidupan terus hilang dan lahir silih berganti.

Apakah setelah hancurnya Galaxi yang kita tempati ini, hayat kita masuk ke dimensi lain dalam dimensi Ilahiah, ataukah hayat kita menjadi Ruh kehidupan berikutnya yang baru terbentuk. Karena Ruh itu adalah energi yang tidak akan mengalami kemusnahan.

Semoga bermanfaat untuk perenungan kesadaran.

Redaksi babadbanten.com

Views: 7

Tag:

Tinggalkan Balasan