Mari kita Hidupkan Nuriatnya Masyarakat Banten Ucap KH Tubagus Sehabudin Assa’idiy
Tangerang, Selasa 03/06/2025 (babadbanten.com). Ketua Umum PW JATMA ASWAJA Provinsi Banten KH Tubagus Sehabudin Assa’idiy mengatakan kepada babadbanten.com bahwa sesungguhnya berthoriqoh itu adalah menghidupkan Nuriat diri kita sendiri. Hak Talqin yang dimiliki oleh semua orang harus benar-benar diambil dari Guru Mursyid atau Waktal yang memang mendapat Tanggungjawab untuk melaksanakan tugas dari Guru Mursyid. Ucap Kyai Tb Sehabudin.
Dalam pandangan KH Tb Sehabudin Assa’idiy, berthariqoh itu memang wajib ain bagi yang ingin ruhaninya hidup, bagi yang ingin nur muhammad yang ada didirinya hidup dan bagi yang ingin hatinya selalu berkekalan kepada ALLOH SWT. Berthariqat adalah jalannya. Dengan dibimbing oleh Guru Mursyid yang sudah wushul ke ALLOH SWT pasti akan sampai kepadaNYa.
Ketika ditanya peran JATMA ASWAJA di Provinsi Banten, KH Tb Sehabudin mengatakan JATMA ASWAJA sebagai organisasi memiliki peran dan fungsi sebagai katalisator dan dinamisator dalam mensyiarkan thariqah kepada warga masyarakat Banten. Tujuannya apa? untuk menghidupkan nuriatnya warga masyarakat Banten sendiri.
Leluhur kita di Banten, lanjut KH Tb Sehabudin, ketika memulai membangun Kesultanan Banten modal dasarnya adalah dzikrullah. Allah dan RasulNYa. Dengan Apa? ya berthariqat. Bukankah seluruh Sultan Banten adalah Mursyid. Ini artinya bila kita ingin membangun Banten yang kokoh dan maju ya harus berpegang teguh dengan ajaran Thariqoh sebagaimana yang sudah dicontohkan oleh para leluhur Banten sejak dulu kala. Tandas KH Tb Sehabudin Assa’idiy.
Editor : raden sadrun muda
















