Beranda / Trending / Kisah Imam Syafi’i yang Enggan Menyolati Jenazah Abu Nawas

Kisah Imam Syafi’i yang Enggan Menyolati Jenazah Abu Nawas

Kisah Imam Syafi’i yang Enggan Menyolati Jenazah Abu Nawas

catatan sufi Syeikh Tubagus Fahman Arafat Caringin Pandeglang Banten

Pandeglang (babadbanten.com). Abu Nuwas (Abu Nawas) konon hidup pada zaman Khalifah Harun Al Rasyid–salah satu khalifah Daulah Bani Abbasiyyah. Abu Nawas dikenal sebagai seorang pujangga. Terkenal dengan sifat jenaka dan kekonyolannya, bukan itu saja, Abu Nawas dikenal sebagai orang yang gemar berbuat maksiat dan agak gila. Dia gemar minum khamer sehingga dia mendapat julukan penyair khamer.

Pada saat kematiannya membuat Imam Syafi’i menangis sejadi-jadinya. Padahal awalnya, Imam Syafi’i enggan untuk menyolati Abu Nawas karena reputasi persoanl brandingnya yang buruk di masyarakat. Namun ketika jasad Abu Nawas hendak dimandikan, di kantong baju Abu Nawas ditemukan secarik kertas bertuliskan syair :

“Wahai Tuhanku, dosa-dosaku terlalu besar dan banyak, tapi aku tahu bahwa ampunan-Mu lebih besar. Jika hanya orang baik yang boleh berharap kepada-Mu, kepada siapa pelaku maksiat akan berlindung dan memohon ampunan? Aku berdoa kepada-Mu, seperti yang Kau perintahkan, dengan segala kerendahan dan kehinaanku. Jika Kau tampik tanganku, lantas siapa yang memiliki kasih sayang? Hanya harapan yang ada padaku ketika aku berhubungan dengan-Mu dan keindahan ampunan-Mu dan aku pasrah setelah ini”.

Setelah membaca syair tersebut, Imam syafi’i menangis sejadi-jadinya. Diapun bergegas langsung menyolati jenazah Abu Nawas bersama orang-orang yang hadir.

editor TSM 101

Views: 0

Tag:

Tinggalkan Balasan