KH Tubagus Sehabudin Assai’idy Tegaskan Pesantren Mampu Menjadi Pilar Ekonomi Banten
Tangerang, Sabtu 08/03/2025 (babadbanten.com). Potensi Pesantren menjadi Pilar Ekonomi Banten sangat terbuka. Dengan potensi kekuatan pasar yang besar pesantren bisa menjadi penggerak ekonomi provinsi Banten. Bahkan lebih dari itu, dengan kekuatan ekonomi yang dimilikinya pesantren insyaallah bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Banten.
Sebab, ujar KH Tubagus Sehabudin Assai’idy kepada babadbanten.com dengan jumlah pesantren berdasarkan data kanwil Kemenag provinsi Banten jumlah pesantren per Oktober tahun 2021 ada 6.032 Pesantren terdiri dari 3.972 pesantren Salafiyah dan 2.060 Pesantren Modern. Adapun jumlah santrinya mencapai 483.915 terdiri dari 429.550 santri mukim dan 54.365 tidak mukim.
Menurut Kyai Sehabudin Assai’idy selanjutnya, bila berdasarkan data tersebut pesantren merupakan pasar yang sangat besar. Bila kemudian hal ini ditata kelola dengan apik dan modern potensi pesantren menjadi pilar ekonomi Banten akan menjadi nyata.
Pertanyaan sederhanany, ucap Kyai Sehabudin Assai’idy, apakah kita semua terutama Pemprov Banten dan Pemkot serta Pemda Kabupaten Kota se Banten melihat ini dari nilai ekonomi atau tidak? Bila memandang pesantren hanya sekedar lembaga yang perlu dibantu, yang perlu dikasihani atau sebagai lembaga tempat menyalurkan amal jariyah maka Potensi Pesantren sebagai Pasar Potensial dan pilar ekonomi Banten tidak akan bisa berbuat apa-apa.
Jadi, menurut Kyai Tubagus Sehabudin Assai’idy, hal pertama yang harus dirubah adalah mindset kita semua. Dari Pengasuh, pengelola hingga stekaholder pengambilan kebijakan dalam hal ini ya Gubernur, Bupati dan Walikota serta Para DPRD baik provinsi mau Kota Kabupaten.
Jadi, ucap Kyai Tubagus Sehabudin Assai’idy sudah waktunya Pemprov Banten dan seluruh Pengasuh Pesantren harus melihat bahwa pesantren bisa menjadi Pilar Ekonomi Banten yang mampu menjadi penggerak dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Banten secara signifikan. Tutup Kyai Tubagus Sehabudin Assai’idy.
Editor : Saderun Muda
Views: 0







