Beranda / Trending / Seandainya AS dan Rusia berdamai membentuk Aliansi Militer

Seandainya AS dan Rusia berdamai membentuk Aliansi Militer

Seandainya AS dan Rusia berdamai membentuk Aliansi Militer

Tangerang, Senin 10/03/2025 (babadbanten.com). Presiden AS Donald Trump nampaknya bersikap sangat pragmatis dalam membaca Perang Rusia Ukraina. Hal tersebut sangat wajar mengingat bantuan yang diberikan oleh AS di masa Presiden Biden angkanya sangat fantastis. Namun apa yang bisa Ukraina berikan sebagai timbal baliknya kepada AS? Apa kompensasi yang bisa Ukraina berikan kepada AS?

Sebelum publik dunia menyaksikan keributan Trump dan Zalensky, Trump sudah membuat pernyataan yang bikin panas situasi. Ucapan Trump yang mau merelokasi warga Gaza Ke Indonesia dan Ke Arab Saudi tidak berhasil memancing reaksi dari kedua Pimpinan Negara tersebut. Sehingga ucapan Trump tidak berhasil memanaskan situasi dan gagal menjadi pemicu perang lanjutan di Gaza antara HAMAS vs Israel.

Setelah gagal dengan narasi relokasi GAZA, Trump pun mengucapkan akan mengakuisi Greenland Canada. Tentu saja ucapan Trump mendapat reaksi keras dari PM Canada. Bahkan secara terbuka PM Canada berniat juga ingin membeli California. Gesekan Trump dan Canada lanjut dengan Eropa semakin memanas. Bahkan dengan Tiongkok pun Trump sangat bersikap kasar. Namun lagi-lagi apa yang Trump lakukan tidak berhasil memicu konflik terbuka.

Amerika Serikat di bawah kendali Trump yang berlatar belakang Partai Republik memang lebih cenderung terbuka dalam mengartikulasikan kepentingan AS. Apalagi jelas-jelas merugikan kepentingan AS. Kecuali terhadap Israel, baik Republik ataupun Demokrat sikapnya tetap sama yaitu membela Negara Zionis Israel apapun kondisinya.

Masyarakat dunia paham bila tidak ada sokongan Amerika dan Inggris, Israel tidak akan pernah bisa berdiri sebagai negara. Israel adalah ‘boneka’ Amerika dan Inggris. Prilaku Israel meskipun sangat menjengkelkan dan merugikan Amerika-Inggris mereka tidak akan bereaksi. Malah akan terus memfasilitasi Israel agar bisa menghadapi “umat Islam” dunia dan bangsa-bangsa dunia. Namun sampai kapan Amerika dan Inggris mampu menjaga agar bonekanya tetap eksis? Kita masyarakat dunia yang harus bisa menjawabnya.

Kita tidak boleh lalai dan keliru membaca tindakan agresif Trump pasca pelantikannya sebagai Presiden. Trump saat ini dilingkari tokoh-tokoh Top Muda Amerika yang menguasai teknologi dan mampu membangun sistem keuangan sendiri. Bitcoin dan Kripto serta mata uang digital yang sekarang sedang terus dan serius digarap oleh “elit-elit metaverse” harus kita baca dengan cermat. Sebab bisa jadi desain ke depan tatanan dunia baru tanpa duit fisik. Hutang negara-negara dunia dihapus dengan sendirinya. Atau akan terwujud gagasan Satu Pemerintahan Dunia yang selama ini secara diam-diam tetap bergerak.

Oleh karena itu, signal damai yang dikirim oleh Trump kepada Putin untuk mengakhiri perang Ukraina harus kita baca dengan cermat dan seksama. Bahkan untuk kepentingan tersebut Trump tega mengusir Zalensky dari Gedung Putih. Apakah ini bagian dari Skenario menyatukan dua kekuatan Barat dan Timur dalam rangka membentuk Pemerintahan Satu Dunia? Atau tanda-tanda Amerika Serikat sedang sakit keras dan akan runtuh seperti Uni Sovyet? kita tunggu saja jawabannya. (Saderun Muda/BABAD BANTEN)

Editor : Soleh Muda

Views: 0

Tag:

Tinggalkan Balasan