ELON MUSK USUL AS KELUAR PBB DAN NATO, HARUSNYA JUGA BUBARKAN FED
Oleh Dr Safari Ans
Jakarta, Sabtu 08/03/2025 (babadbanten.com). Tak hanya Amerika Serikat (AS) yang gusar, setelah empat bulan lalu, penulis menemani Paduka Soekarno ke Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB juga gusar.
Mengapa mereka gusar? Karena cerita para orang tua kita bahwa Soekarno telah lama menjadi Ketua (Chairman) PBB, ternyata benar. Artinya dalam struktur kerja PBB ada Ketua dan Sekjen. Selama ini hanya dikenal adanya Sekjen saja.
Itu fakta berdasarkan dokumen-dokumen aset yang pernah dilakukan oleh Ferdinand Marcos (Presiden Filipina dulu) yang diminta oleh Soekarno ketika Soekarno ada masalah dan gejolak politik di tanah air tahun 1965. Itulah sebabnya, semua dokumen Marcos di PBB berangka tahun di atas 1965.
Sayangnya kemudian aset-aset itu sempat diklaim milik Filipina yang direkayasa oleh CIA dengan menghadirkan King Anthonio Santiago Martin (King ASM) sebagai Anak Dewa. Tetapi King ASM bubar, karena Pebruari 2017, King ASM mengundurkan diri dari permainan ini. Empat bulan lalu, semua aset itu sudah kembali sebagai milik Nusantara.
Paduka Soekaeno (ada tapi tiada) ke PBB waktu itu mempertegas keberadaan adanya Ketua PBB tersebut. Kini Sekjen PBB mau kirim utusan ke Jakarta. Ini pertanda baik bagi Indonesia. Karena sebentar lagi dengan kekayaan aset terbesar di dunia sekaligus pengendali keuangan global, Indonesia akan memimpin dunia dengan “one world, one vision, and one dreams” untuk menciptakan tatanan dunia baru sesuai dengan pidato Soekarno di PBB 1969 yang kini dijadikan UNESCO sebagai arsip dunia.
Soekarno bercita-cita agar dunia global lebih beradab. Peradaban manusia saat ini kalau tidak dibenahi, banyak manusia di dunia akan menjadi monster bagi manusia lainnya. Soekarno ingin menciptakan peradaban baru umat manusia melalui gerakan “The New World of Order”.
Namun, belakangan The New World of Order diadopsi dan konsepnya diselewengkan dengan konsep yang bersifat merusak tatanan dunia. Padahal the new world of order versi Soekarno adalah membuat manusia agar memiliki peradaban baru dengan menjunjung tinggi moral manusia dengan teknologi tinggi dan canggih.
Dalam Note Operative Account dunia yang merupakan otoritas terhadap aset dunia dengan “Secret State Secuities” disebutkan “Decision of the United Nations and Chairman of the Union Founding Father No…of years 2004; Pancasila and Act 1945”.
Data itu sempat dirilis 15 November 2022. Dalam dokumen itu juga disebutkan The Owner PBB berbunyi sebagai berikut: “Nations Unies Empress Supreme Absolute of se.EE decre 091012 regarding UN. Declaration 24 October 2012 Bandung (The Diplomatic Corps) 24 October 1945 postweg 112 Savoy Homann Concordia Commosariate Bandung (Corps Diplomatique).
Kini Ketua PBB menjadi isu baru di kalangan internal PBB. Jadi masuk akal kegelisahan AS terhadap posisi dan komposisi dalam struktur PBB sekarang. Sebab selama ini publik dunia hanya tau bahwa AS lah pendukung utama pendanaan PBB. Ternyata bukan. Tetapi aset Nusantara yang diwakili Soekarno lah yang menghidupi PBB selama ini. Hanya saja dulu bersifat rahasia, tapi kini dunia harus tahu.
FED Punya Nusantara
Pengusaha Belanda bernama Jhon Henry Van Blommestein yang lahir 1850 di Semarang menjadi kepercayaan Raja Belanda Willem II. Ia merupakan konglomerat nomor satu kala itu. Ia pun rutin melaporkan kinerjanya ke raja Belanda itu. Pada 9 Oktober 1901 pengusaha ini menikah dengan wanita pribumi seorang anak Bupati. Wanita itu bernama Nyi Mas Siti Aminah yang lebih dikenal dengan nama Nyimas Entjeh.
Perkawinan mereka tidak melahirkan anak, melainkan hanya anak angkat bernama Herman Cantlus Van Blommestein. Ia lebih dikenal dengan panggilan Otto. Ia kuliah di ITB sekelas dengan Soekarno. Habis kuliah kedua mahasiswa ini sering kumpul di rumah Nyimas Entjeh di Bandung. Disinilah Soekarno berkenalan dengan Ibu Inggit yang saat itu menjadi desainer dan penjahit baju keluarga konglomerat ini.
Pada 1913, John Henry dan Nyimas Entjeh bersama Rochefeller dan Rotchield mendirikan Federal Reserve Bank (FED) sebagai bank sentral dunia di Amerika Serikat. Saham Nyimas Entjeh mencapai 70% (tujuh puluh persen). Karena 17 Juli 1917, Jhon Henry dan Nyimas Entjeh membuat perjanjian “The Promise Land” berlaku selama 100 tahun dengan status “A land bil Land” bertempat di Rengasdengklok di desa Patok Beusi Kerawang.
Dalam perjanjian tersebut, patut diduga seluruh eigendom (hak kepemilikan tanah) milik John Henry dan Nyimas Entjeh seluas Nusantara itu dijadikan jaminan dalam The Promise Land itu.
Agaknya, besarnya saham Nyimas Entjeh ini akibat dari The Promise Land tersebut. Karena semua aset John Henry dan Nyimas Entjeh dijadikan kolateral untuk mencetak 126 mata uang dunia. Jjga dijadikan obligasi 153 negara (SI C.800) dengan MT760. Hasil royalti dari kolateral itu, niatnya untuk dikelola dsn dimanfaatkan bagi rakyat Nusantara.
Wajar kalau kemudian, peristiwa ini terakumulasi menjadi 886 rekening bernilai fantastis yang dirilis World Bank Group 2012 atas nama Anak Dewa.
Ketika Jepang datang ke Indonesia 1942-1945, maka banyak orang Belanda kembali ke negaranya, termasuk Otto. Ketika Nyimas Entjeh diracun oleh Jepang 1944, hanya Soekarno yang menamaninya. Ia berpesan kepada Soekarno agar meneruskan perjuangan terbentuknya Negara Kerajaan Republik Indonesia (NKRI). Tapi sayang, atas dorongan para pejuang lainnya, yang terbentuk adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tak hanya itu, untuk modal perjuangan dan memakmurkan rakyat dan bangsa Indonesia Nyimas Entjeh juga menitip saham FED karena tanah air Indonesia yang saat itu masuk dalam The Promise Land telah dijaminkan untuk mencetak mata uang dunia. Catatan penulis, inilah sebab Soekarno tidak pernah mengakui bahwa aset itu miliknya dan keluarga, tetapi titipan untuk rakyat dan bangsa Indonesia. Oleh penulis disebut dengan “Harta Amanah Soekarno”.
Tak hanya FED, dimana Nyimas Entjeh berperan. Wanita konglomerat ini juga membuat lembaga Finance Internasional Bank yang kemudian mencakup Eropa, Amerika, Australia, Asia, dan Afrika yang kemudian diubah menjadi World Bank. Itulah mengapa para orang tua sering menyebut adanya perjanjian lima benua. Jadi, kalau kemudian disebut bahwa Indonesia sebenarnya pengendali Bank Dunia karena fakta ini. Tapi sayang anak bangsa Indonesia kini tidak percaya aset besar dan peran besar nenek moyang Indonesia yang sudah terlalu kaya dulu dan kini. Walau Indonesia tidak identik dengan Nausantara. Tetapi investasi global Nusantara selama 111 tahun lamanya, kini tinggal dinikmati. Presiden Prabowo harus berani berkiprah seperti Soekarno. Salam Safari Ans.
Penulis ada Peneliti Senior Aset Nusantara
Editor : Saderun Muda
Views: 0







