Beranda / Trending / Gelar-Gelar di Keluarga Kesultanan Banten

Gelar-Gelar di Keluarga Kesultanan Banten

 

Tangerang (babadbanten.com). Bila kita “riset” kecil-kecilan, terkait dengan gelar keluarga yang disematkan kepada anak keturunan Sultan Banten sejak dulu hingga sekarang hanya gelar Pangeran yang sudah tidak ada. Karena secara institusi Kesultanan Banten sudah “tidak ada”. Sudah bergabung menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Republik Indonesia.

Kajian tentang gelar yang disematkan oleh keluarga kepada anak keturunannya menarik disimak dan dikaji. Mengingat banyak mengandung makna spiritual, filosofis dan doa kepada anak keturunannya. Sekaligus juga menunjukkan sebuah “identitas” jati diri dari keluarga tersebut.

Dari penelusuran redaksi babadbanten.com kepada keluarga yang secara silsilah tersambung kepada Maulana Sultan Hasanuddin bin Kanjeng Sinuhun Maulana Syekh Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Djati Cirebon, ada beberapa gelar yang disematkan kepada anak keturunannya.

Pertama, yang paling banyak disematkan dan paling populer adalah Gelar Tubagus dan Ratu. Hampir semua keturunan dari Maulana Sultan Hasanuddin Banten baik yang di Tangerang, di serang, Pandeglang, Lebak dan Cilegon bahkan anak keturunan beliau di luar Banten pun sudah memakai gelar tersebut. Mereka rata-rata memakai gelar Tubagus untuk Laki-laki dan Ratu untuk perempuan.

Boleh di bilang, gelar Tubagus dan Ratu ini menjadi kesepakatan tidak tertulis yang dinisbatkan kepada anak keturunan Maulana Sultan Hasanuddin Banten.

Kedua, Gelar Ratu Bagus. Yang memakai gelar ini sangat terbatas. Boleh di bilang saat ini yang memakainya –sepengetahuan redaksi– hanya dari keluarga Sultan Banten terakhir sebelum Kesultanan Banten dibubarkan oleh deandles yaitu Sultan Syafiuddin.

Ketiga, gelar Syarif. Gelar ini masih di pakai terbatas oleh Keturunan dari Raden Mesir (Syarif Hassan) bin Sultan Ageung Tirtayasa. Keturunan beliau menyebar di pesisir Tangerang Utara dan Malimping. Bahkan Putera Raden Mesir yang bernama Maulana Syarif Muhammad Syamsuddin dimakamkan di Malimping.

Keempat, Ini yang menarik. Yaitu gelar Raden Mas. Gelar ini disematkan kepada anak keturunan dari Raden Mas Zakaria Bin Syarif Muhammad alias Pangeran Santri Pamarayan. Hingga kini gelar itu masih dipakai oleh keluarga tersebut.

Menariknya, ternyata Raden itu menunjukan identitas bangsawan Nusantara dan Mas itu merupakan kependekan dari gelar Maulana Syarif disingkat MAS.

Jadi Raden Mas itu merupakan kombinasi gelar citra rasa tinggi yang menunjukkan identitas diri pemakai gelar tersebut yaitu merupakan Manusia (keturunan) Pilihan yang telah mencapai kedudukan duniawi dan derajat spiritual yang tinggi.

Istilah simplenya telah menjadi Manusia Sempurna. insan Kamil.

Tapi makna gelar Raden Mas yang disematkan kepada sebagian keturunan Mbah Maulana Sultan Hasanuddin ini belum sepenuhnya redaksi Selami dan dalami.

Keterangan singkat yang redaksi tulis baru sebatas hasil kesimpulan sementara dari diskusi dengan keluarga terbatas saja. Untuk pendalaman selanjutnya, BABAD BANTEN sebagai organisasi harus melakukan kajian sejarah terkait dengan penggelaran para keturunan dari Kesultanan Banten. Agar bisa memberikan makna pencerahan bagi para keturunan khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.

Terlepas dari itu semua. Redaksi yakin gelar yang disematkan kepada anak keturunan pasti mengandung makna Spiritual, Filosofis, doa dan harapan dari para leluhurnya. Amiin. (Red/TS101).

Views: 16

Tag:

Tinggalkan Balasan