Beranda / Trending / Derajat dan Maqom Ruhani Para Sultan Banten

Derajat dan Maqom Ruhani Para Sultan Banten

Catatan Sufi Syeikh Tubagus Fahman Arafat Rois JATMAN Wustho Banten

Banten (babadbanten.com). Para Sulthon Banten mempunyai kedudukan dan maqom ruhani yang sangat tinggi yang sangat jarang bisa dicapai oleh para raja dan sultan manapun di dunia.

Maqom dan kedudukan para Sulthon Banten bukan hanya maqom yang dzohir tapi juga maqom yang baathin. Pencapaian mereka bukan hanya syari’at, tarekat, hakikat dan ma’rifat, tapi mereka sudah mencapai pencapaian ruhani yang sangat tinggi, yaitu bukan hanya insan kaamil tapi juga Kamil mukammil dan haqiiqilkaamil.

Tidak salah, kalau pengaruh kesulthonan Banten pada masanya meliputi daerah dan wilayah yang sangat luas, meliputi sebagian besar Jawa Barat, sebagian Jawa tengah, Lampung, sumatera selatan, sebagian Kalimantan Barat. Serta menguasai wilayah perdagangan: yaitu pelabuhan Banten, pelabuhan Cirebon, pelabuhan Sunda kelapa (sekarang Jakarta), kepulauan Riau, pulau Sumatera.

Pada puncak kejayaannya, kesultanan Banten memperluas wilayahnya hingga:
1. 1520-an: menaklukan kerajaan Sunda.
2. 1550-an: menguasai Cirebon dan sekitarnya.
3. 1570-an: menaklukan Lampung dan Sumatera Selatan.
4. 1580-an: mengembangkan pengaruh di Kalimantan Barat.

Sudah dimaklumi, bahwasanya Islam datang ke Nusantara bukan dengan jalan peperangan tapi dibawa dengan perdamaian dan persaudaraan.

Pengaruh dakwah lewat jalur perdagangan terbukti hanya sedikit pengaruhnya, tapi setelah peran dakwah diambil sepenuhnya oleh para wali-wali Alloh, terutama istilah di Jawa adalah wali pitu dan wali songo, maka penyebaran Islam dapat diterima dengan sangat baik tanpa adanya pergolakan yang berarti. Dan Islam dibawa ke Nusantara langsung oleh dzurriah-nya Rosululloh Shollallohu’Alaihi Wasallam.

Para Sulthon Banten bukan hanya seorang raja yang mengandalkan kesaktiannya, tapi mereka adalah para auliya Alloh dan para ulama yang haqiqi. Mereka juga adalah para pertapa yang ulung. Mereka adalah para petarung sejati, dan mereka juga adalah para pendamai yang diberkahi dan dirohmati Alloh Ta’ala. Dan mereka adalah para bijak Bestari.
Wallohu’alam.

Editor Soleh dan Fitra

Views: 1

Tag:

Tinggalkan Balasan