Beranda / Trending / Murid yang jujur Jadi Pewaris ilmu yang haqiqi dari Guru yang haqiqi

Murid yang jujur Jadi Pewaris ilmu yang haqiqi dari Guru yang haqiqi

Catatan Sufi Syeikh Tubagus Fahman Arafat Rois JATMAN Wustho Banten

Banten (babadbanten.com). Hakikat akan terkubur bersama jasad pemiliknya bila tidak ada yang mewarisinya. Karena hakikat suatu hari nanti hanyalah tinggal nama.

Tarekat itu jalannya. Tarekat bukan tradisi dan adat istiadat, bukan juga ajaran. Karena banyak ajarannya yang benar tapi tidak punya silsilah tarekatnya.

Tarekat adalah didikan dari guru yang haqiqi. Karena sesungguhnya yang diperintah itu di dalam tarekat adalah nafsu, sebagaimana ayat Alqur’an yang berbunyi:

يا أيتها النفس المطمىٔنة ارجعى الى ربك راضية مرضية فادخلى فى عبادى وادخلى جنتى

Tarekat itu semuanya dari guru, hakikatnya dari Alloh Ta’ala. Dan guru itu sesungguhnya hanya lantarannya saja.

Sedangkan keluarga guru, ada di makomnya guru, walaupun bukan guru. Karena tarekat bukan kepunyaan keluarga guru. Tarekat adalah jalan yang diberikan oleh guru yang haqiqi kepada murid-muridnya yang jujur/sidquttawajjuh ilalloh. Dan hakikat itu adalah natijah-nya.

Hakikat tidak bisa diraih kecuali hanya dengan cara berkhidmat kepada guru yang haqiqi dan pemilik kesempurnaan. Oleh karena itu hakikat hanya diwariskan dari baathin/ruhani guru yang haqiqi kepada gurunya yang bersambung silsilah sanad ruhaninya kepada Rosulillah Shollallohu’Alaihi Wasallam dari malaikat Jibril kepada Robbul-arbaab wamu’tiqurriqob huwalloh subhanahuwata-ala. Karena siapa yang baik khidmatnya maka dia wajib (bukan sunah) mendapatkan berkah dan karomah lantaran dari gurunya yang hakikatnya dari Alloh Ta’ala. Oleh karena itu berkhidmat itu bagi para sufi dan bagi para muridiin adalah ibadah. Wallohu’alam.

Views: 0

Tag:

Tinggalkan Balasan