Tangerang (babadbanten.com). KH Tubagus Fahman Arafat dan KH Tubagus Sehabudin Assa’idiy dua putera Albantani saat ini dipercaya memegang tampuk kepemimpinan Jam’iyyah Tarekat Ahlussunah wal Jama’ah yang dipimpin secara nasional oleh Abah Lutfhi Pekalongan.
KH Tubagus Fahman Arafat dipercaya menjadi Rois-nya dan KH Tubagus Sehabudin Assa’idiy dipercaya menjadi Mudir-nya dari Jam’iyyah Tarekat Ahlussunah wal Jama’ah Provinsi Banten.
Kedua dzuriat min Sultan Banten ini sudah mendapatkan mandat menjadi Wakil Talqin dari Mursyid masing-masing. Kangntus Fahman–biasa kami memanggil beliau–mendapatkan mandat perbai’atan dari Mursyid Beliau Abah Syekh Ahmad Sukanta Kaduparasi Labuan. Sedangkan Kangntus Sehab–biasa kami memanggil beliau–mendapatkan mandat sebagai wakil Talqin dari Abah Gaos PPS Sirnarasa Ciamis. Keduanya jalur Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN). Kangntus Fahman jalur Syeikh Abdul Karim Tanara Banten sedangkan Kangntus Sehab Jalur Syeikh Tolha Cirebon.
Kedua Mursyid TQN Banten Cirebon ini bermuara kepada Syeikh Ahmad Khatib Sambas Kalimantan Barat. Baik Syeikh Abdul Karim Tanara Banten dan Syeikh Tolha Cirebon adalah murid dari Syeikh Ahmad Khatib Sambas Kalimantan Barat.
Perpaduan Banten Cirebon yang bertemu dalam satu wadah Jam’iyyah Tarekat Ahlussunah wal Jama’ah sangat memberikan harapan baru buat kita semua bahwa Tarekat di Banten akan bangkit kembali. Bahkan ada sebuah keyakinan tampilnya kedua putera Albantani memimpin Jam’iyyah Tarekat di Banten merupakan tanda alam akan bangkitnya Kesultanan Banten yang hakiki dalam bingkai dan naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kita patut bersyukur dan wajib memberikan dukungan penuh bagi kedua putera Albantani ini dalam memimpin Jam’iyyah Tarekat Ahlussunah wal Jama’ah sehingga keduanya mampu memberikan kemampuan terbaiknya bagi masa depan tarekat di Banten dan Indonesia serta ke kancah dunia internasional.
Insyaallah kebangkitan Tarekat di Banten yang dipimpin oleh dzuriat min Sultan Banten akan menjadi vibrator yang kuat buat kemaslahatan bangsa dan negara. (Red/ts/101).
















