Beranda / Trending / Mereka Konglomerat SuperKaya, Rakyat Tidak Perlu Bela PIK 2 Tandas Waketum Pucuk Umun BABAD BANTEN Maman Fathurochman

Mereka Konglomerat SuperKaya, Rakyat Tidak Perlu Bela PIK 2 Tandas Waketum Pucuk Umun BABAD BANTEN Maman Fathurochman

Tangerang (babadbanten.com). Amat disayangkan, perusahaan properti kelas internasional seperti PIK 2 tidak peka bahkan sangat mengabaikan terhadap kondisi sosial ekonomi dan budaya masyarakat yang terdampak dari proyek yang akan dikerjakan oleh koorporat tersebut.

kita bisa melihat dengan kepala telanjang Prilaku Elite PIK 2 yang semena-mena memagari laut di Tangerang Utara menimbulkan gejolak sosial yang serius. Sehingga menimbulkan perlawanan dari rakyat nelayan yang memang terganggu dengan adanya Pagar Laut.

Narasi dari Kelompok Pembela PIK 2 yang berinisial Jaringan Rakyat Pantura (JRP) menyatakan bahwa pagar laut di buat atas inisiatif dan swadaya dari para nelayan sendiri tidak mampu meyakinkan publik Banten. Bahkan menjadi bahan tertawaan dan ejekan yang cukup serius.

Holid Mikdar seorang nelayan secara tegas menyangkal logika tersebut. Bahkan dengan tegas Holid Mikdar menyamakan bahwa logika tersebut seperti logika penjajah.

Apakah rakyat perlu membela PIK 2 yang menggendong PSN? Kita semua tahu berdasarkan SK Menko Ekonomi Airlangga Hartarto investasi PSN di Kawasan PIK 2 sebesar Rp 65 Triliun. Angka yang sangat besar dan dipandang mampu menjadi katalisator dan Dinamisator Pembangunan di Tangerang Utara.

Menurut Waketum Pucuk Umun BABAD BANTEN Maman Fathurochman yang juga aktivis Angkatan 98 dan sekretaris Bakor Pendiri Provinsi Banten kepada babadbanten.com rabu (5/02/2025) menegaskan bahwa kita rakyat Banten tidak perlu latah membela PIK 2. Sebab PIK 2 secara koorporasi  merupakan konglomerat super kaya, tetapi dalam menjalankan proses proyeknya tidak melibatkan masyarakat Banten khususnya warga Tangerang Utara. Padahal PIK2 menggendong PSN di Tangerang Utara.

Maman Fathurochman menegaskan lebih lanjut hal ini dapat dilihat dari prilaku elite PIK 2 kepada nelayan di kawasan Tangerang Utara. Mereka pagarin laut tapi nelayan tidak diperhatikan sama sekali.

Padahal, lanjut Maman koorporasi sekelas PIK 2 tidak sulit untuk melakukan pemberdayaan kepada para nelayan baik dari sisi penyediaan perahu, pendidikan, kesehatan, bahkan meningkatkan taraf ekonomi para nelayan dengan membeli hasil tangkapan ikannya dengan menyalurkan kepada restoran-restoran yang ada disekitar PIK 2. Bahkan sekelas Korporat PIK 2 pastinya bisa membantu dalam penyiadaan modal kerja melalui koperasi nelayan. Dari koperasi tersebut segala kebutuhan hidup nelayan dipenuhi. Ujar Maman.

Menurut Maman, seandainya saja kepekaan dan kepedulian elite PIK 2 dapat dirasakan oleh para nelayan dan warga Tangerang Utara khususnya, gejolak sosial yang terjadi akhir-akhir ini bisa terantisipasi dengan baik. PIK 2 tidak perlu sampai memagari laut. Saya percaya kalau nelayan sudah merasakan manfaat dari PSN dan PIK 2 pasti nelayan dan warga sendiri yang akan menjaga Proyek tersebut. Ucap Maman.

Maka, menurut Maman, yang perlu kita lakukan adalah kita harus membela warga kita sendiri. Tidak perlu bela-belain PIK 2. Mereka para konglomerat yang sudah kaya Raya tidak perlu kita bela. Ujar Maman.(red/ts/101)

editor soleh dan fitra

Views: 0

Tag:

Tinggalkan Balasan