Menu

Mode Gelap
Thoriqot, Pilar Utama Pergerakan BABAD BANTEN Inkompentensi Pejabat Sangat Membahayakan Bagi Masa Depan Bangsa Belajar dari Pohon Bambu Pondok Pesantren Modern Daarul Muttaqien : Melahirkan Alumni Hebat FILSAFAT RASA: Menemukan Kembali Organ Pengetahuan Nusantara

Berita · 14 Jan 2025 23:42 WIB ·

Dakwah Thoriqoh Tidak Pernah Gagal


 Dakwah Thoriqoh Tidak Pernah Gagal Perbesar

Tangerang (babadbanten.com). Gerakan Thoriqoh tidak pernah gagal. Begitulah sejarah mencatat. Gerakan Thoriqoh selalu mencapai kemenangan dalam bidang kehidupan manapun. Soeltan Alfatih Turki Utsmani yang terkenal karena menaklukan Benteng Konstaninopel yang kokoh dan sulit di taklukan karena berkat bimbingan Guru Mursyid Thoriqoh Naqsabandiah bernama Syekh Syamsudin.

Syekh Syamsudin yang mendidik dan menggembleng mental spiritual AlFatih kecil hingga tumbuh menjadi pemuda yang tangguh secara spiritual dan mental. Sosok Al Fatih yang begitu mengagumkan karena kekuatan keyakinan akan pertolongan Alloh dalam segala gerak perjuangannya. Terbukti dalam sejarah, kemudian beliaulah orang yang “diramalkan” oleh Nabi Muhammad seorang pemimpin terbaik dengan pasukan terbaik.

Itu semua disebabkan tidak terlepas karena pembinaan ruhani spritual dan mental yang secara istiqomah di gembleng oleh Guru Mursyid Thoriqoh Naqsabandiah.

Kisah sukses Gerakan Thoriqoh tidak pernah gagal tidak hanya pada sosok Alfatih.

Sejarah Walisongo di tatar Nusantara pun merupakan Gerakan Thoriqoh yang sukses dengan gemilang. Kita bisa bayangkan medan dakwah saat ini. Kawasan Nusantara khususnya jawa bukanlah tanah tak bertuan. Di pulau jawa sudah dikenal dengan para penghuni yang terkenal sakti mandraguna.

Kerajaan yang berdiri kokoh pun bukanlah sekedar pusat pemerintahan semata. Tapi lebih dari itu, sebagai pusat kekuatan kedigjayaan. Sebutlah Kerajaan Majapahit, Padjajaran, dan Sriwijaya merupakan kerajaan besar dengan segala perangkat kedigjayaannya.

Sementara “Walisongo” tidak memiliki sumber daya kekuatan seperti yang dimiliki para Raja dengan pasukannya yang super tangguh. Namun sejarah mencatat, Gerakan Walisongo yang notabene merupakan Gerakan dakwah thoriqoh mampu membalikan keadaan.

Padjajaran cukup “bisa” diselesaikan dengan Satu Orang Yaitu Kangjeng Sinuhun Sunan Gunung Djati Syekh Syarif Hidayatulloh. Berkat Karomah beliau sebagai Wali Quthub seluruh Sunda Padjajaran menyatakan masuk Islam. Begitupun dengan Padjajaran Banten cukup diselesaikan dengan satu orang yaitu Maulana Soeltan Hasanudin dengan tegaknya Kesultanan Banten yang kemudian mendunia.

Hal yang sama pun terjadi di Tanah Jawa belahan timur. Kerajaan Majapahit yang begitu digjaya akhirnya harus “takluk” berperang tanpa sebutir peluru pun yang dilakukan oleh Kangjeng Sinuhun Sunan Ampel Mbah Raden Rahmat dan anggota Walisongo lainnya.

Bahkan di zaman modernpun Gerakan Thoriqoh tidak pernah Gagal. Tercatat gerakan Thoriqoh berdiri dibalik merdekanya negara Sudan, Aljazair, Maroko, Libya, Senegal, Cechnya dan banyak lagi.

Kemerdekaan Bangsa Indonesia pun tidak lepas dari peran penting gerakan Thoriqoh yang militan mempertaruhkan jiwa raga untuk tegaknya sebuah bangsa dan mengamankan Wilayah Dakwah yang diwariskan oleh Walisongo. Berkibarnya Sang Saka Merah Putih merupakan wujud dari doa-doa kaum Thoriqoh yang tulus mendoakan dan terlibat langsung dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Berkat Rahmat Alloh dan di dorong oleh keinginan yang luhur maka bangsa Indonesia memasuki gerbang kemerdekaan.

Inilah fakta sejarah yang sulit di bantah. Gerakan Thoriqoh tidak pernah Gagal.

Sebagai generasi yang sadar sejarah bangsa, kita harus belajar bagaimana Gerakan Thoriqoh menggembleng jiwa raga lahir batin dalam membangun pondasi Spiritual Mental para kadernya. Seperti yang kita sering nyanyikan di lagu Kebangsaan Indonesia Raya: Bangunlah Jiwanya..Bangunlah badannya… Untuk Indonesia Raya.

Begitulah gerakan Thoriqoh bergerak. Membangun Jiwa raga kemudian Badannya.

Gerakan Thoriqoh itu seperti yang digambarkan oleh peribahasa jawa dengan tepat, Sepi ing Pamrih Rame ing Gawe. Banyak terlihat diam tapi sangat berisi dan berkualitas dalam bergeraknya. Disini pula kita bisa membaca sejarah belahan lain, bahwa gerakan apapun bila sandarannya cuma napsu dan ketenaran cepat atau lebih cepat akan redup dengan sendirinya.

Sejarah mengajarkan kepada kita, hanya gerakan thoriqoh yang berhasil meraih kemenangan tanpa sebutir peluru pun yang dilepaskan seperti yang dilakukan oleh para WaliSongo dalam mengislamkan tatar Jawa dan Soenda. (TS101).

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Thoriqot, Pilar Utama Pergerakan BABAD BANTEN

4 Desember 2025 - 23:04 WIB

Inkompentensi Pejabat Sangat Membahayakan Bagi Masa Depan Bangsa

4 Desember 2025 - 03:46 WIB

Belajar dari Pohon Bambu

4 Desember 2025 - 02:35 WIB

Pondok Pesantren Modern Daarul Muttaqien : Melahirkan Alumni Hebat

3 Desember 2025 - 06:27 WIB

FILSAFAT RASA: Menemukan Kembali Organ Pengetahuan Nusantara

3 Desember 2025 - 04:32 WIB

Untuk Apa Banyak-banyak Kawan

3 Desember 2025 - 03:51 WIB

Trending di Berita