Beranda / Trending / Di Pinggir Kali Cisadane, Disuguhi Mie Telor Campur Daun Singkong

Di Pinggir Kali Cisadane, Disuguhi Mie Telor Campur Daun Singkong

Di Pinggir Kali Cisadane, Disuguhi Mie Telor Campur Daun Singkong

06 Desember 2025

TANGERANG (babadbanten.com). Siang hari Kamis, udara sangat panas. Sementara perut sudah keroncongan.

Saya Keliling jualan belum juga ada yang beli. Tapi semangat untuk terus berjuang demi keluarga terus menyala.

Saya biasakan dan terus dilatih agar pikiran saya selalu berfikir positif, antusias dan berfikir besar dalam kondisi bagaimanapun juga.

Saya juga terus berlatih agar  bicara selalu yang penting-penting saja, dengan orang penting dan di tempat yang penting.

Karena dengan begitu, saya berusaha keras untuk selalu meningkatkan kapasitas dan kualitas diri secara kontinyu dan konsisten setiap detik.

Waktu adalah tempat pengadilan yang paling adil bagi siapapun. Waktu juga kelak yang membuktikan apakah kita memang menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya atau malah hidup kita selalu membuang-buang waktu dengan sia-sia.

Inilah yang selalu membuat saya “gelisah”. Saya Berusaha keras membuat catatan kecil aktivitas harian agar bisa menjadi ukuran dan bahan evaluasi dikemudian hari.

“Kitab Kemajuan Diri” saya tulis. Sebagai bahan kaji diri sendiri. Saya selalu baca diwaktu senggang. Dan di akhir bacaan selalu bertanya adakah kemajuan yang signifikan saya lakukan di hari ini bila di banding hari kemarin?

Bila jawabannya, Iya saya syukuri dengan sepenuh hati. Bila jawabannya Tidak, saya harus berusaha keras untuk memperbaiki diri lebih keras lagi. Tanpa kompromi.

Misalkan, bila satu hari saya tidak menulis opini, artikel atau catatan kecil, saya mewajibkan diri saya keesokan harinya membuat tulisan lebih dari biasanya.

Seperti hari itu, setelah lelah berkeliling jualan, saya menepi di pinggir kali Cisadane. Untuk beristirahat dan sekaligus merenung. Rizki memang sudah ada tempatnya.

Tak di sangka, tak lama kemudian dulur saya menyuguhi Indomie rebus telor campuran daun singkong. Kaget campur senang. Pas banget perut lagi keroncongan.

Saya langsung membayangkan pasti nikmat sekali Rasanya. Saya  blum pernah makan indomie rebus telur pakai daun singkong.  Suguhan dari dulur saya membuat saya membayangkan betapah nikmatnya indomie telor  daun singkong ini. Tentu saya akan mendapatkan sensasi lain dari suguhan biasa kalau beli indomie telor di warkop.

Sensasi itulah yang kemudian menghadirkan sensasi lain yang sering didongengi oleh Abah saya di waktu kecil menjelang tidur.

Abah saya selalu bilang, Bahwa suatu hari kelak Kesultanan Banten bakal tegak lagi. Dan ini wajib terjadi. Hal Itu terjadi setelah Banten menjadi Provinsi.

Dan ingatan yang lain pun menyusul muncul, bahwa ada orang Banten yang sangat kaya raya. Bila beliau keluar gerbang rumahnya Beliau di kawal dengan 50 mobil mercy. Dengan pengawalan yang menakjubkan.

Saya pun tersenyum saja. Sambil membayangkan dongeng Abah saya waktu kecil.

Karena nampaknya sebentar lagi saya akan menyaksikan sebuah dongeng yang menjadi Kenyataan yang nyata.

Sambil menyaksikan sensasi yang susul menyusul, saya pun menikmati suguhan Indomie rebus telor campuran daun singkong yang dahsyat dari Dulur saya di pinggir kali Cisadane. Wah nikmat banget ternyata. (TS101)

Penulis Tubagus Soleh Ketum Pucuk Umun Ormas Kerabat dan Sahabat Kesultanan Banten (Babad Banten)

Views: 17

Tag:

Tinggalkan Balasan