Oleh Tubagus Soleh
Tangerang (babadbanten.com)
Dunia tidak pernah benar-benar sepi dari konflik. Bahkan di saat kedamaian terlihat, konflik tetap ada dalam berbagai bentuk. Jika dunia adalah cerminan akhirat, maka itu menunjukkan bahwa dinamika dan tantangan tetap hadir di sana. Tidak ada makhluk yang benar-benar bebas dari konflik.
Konflik Abadi: Iblis dan Adam Alaihissalam
Konflik antara Iblis dan Adam Alaihissalam menjadi salah satu konflik tertua yang terus membekas hingga saat ini. Penolakan Iblis terhadap penunjukan Adam Alaihissalam sebagai khalifah fil ardhi (pemimpin di bumi) menjadi sumber utama ketegangan ini.
Meskipun Adam Alaihissalam tidak pernah menunjukkan perlawanan kepada Iblis, sikap culas Iblis justru membawa dampak besar. Kejahatan Iblis membuat Adam harus menerima kenyataan pahit: terusir dari surga. Namun, Adam Alaihissalam menghadapi situasi tersebut dengan luar biasa sabar. Ia tidak membalas perbuatan Iblis, melainkan memilih bertaubat atas kekhilafan dan memohon ampunan dari Tuhan.
Turunnya Konflik ke Bumi
Konflik antara Iblis dan Adam Alaihissalam seolah terus berlanjut di bumi. Setelah Adam dipindahkan ke bumi, Iblis juga diberikan privilese umur panjang hingga akhir zaman. Hal ini membuat konflik antara keduanya tetap berlangsung, bahkan memengaruhi kehidupan manusia hingga hari ini.
Dunia terus diramaikan oleh konflik, mulai dari persoalan politik hingga perbedaan ideologi. Perdamaian dunia tampak seperti mimpi yang sulit terwujud. Sebab, akar dari konflik ini belum terselesaikan dengan tuntas.
Konflik Antara Bani Adam
Tidak hanya konflik antara Iblis dan Adam, konflik sesama manusia juga tak kalah kompleks. Contoh paling nyata adalah konflik antara Palestina dan Israel. Perselisihan ini mencakup banyak aspek, mulai dari ideologi, tanah air, hingga agama.
Sejak zaman Fir’aun, masa kenabian Muhammad SAW, hingga era modern, konflik antara bangsa Israel dan bangsa Arab terus berlanjut. Penyebab utamanya adalah akar permasalahan yang belum pernah benar-benar terselesaikan.
Bisakah Konflik Iblis dan Adam Berakhir?
Pertanyaan yang muncul: apakah konflik antara Iblis dan Adam Alaihissalam bisa berakhir damai? Jawabannya tampak jauh dari kenyataan. Bahkan jika Iblis bersujud di makam Adam Alaihissalam, akar konflik tetap ada.
Peperangan yang terjadi akibat konflik ini bukan disebabkan oleh kelaparan, kemiskinan, atau perebutan sumber daya alam. Penyebab utamanya adalah perbedaan kepentingan politik yang tidak dapat disatukan.
Politik di Tengah Kehidupan Kita
Kita dapat mengambil pelajaran dari konflik ini. Di Indonesia, politik diletakkan atas dasar kepentingan yang bisa diakomodasi bersama. Selama kepentingan para pihak dapat terwadahi, kestabilan hidup masyarakat dapat tercapai.
Namun, ada harga yang harus dibayar. Para pejabat hidup sejahtera, para politisi menjadi kaya raya, sementara rakyat sering kali hanya menjadi penonton.
Kesimpulan
Konflik antara Iblis dan Adam Alaihissalam menjadi simbol dari konflik abadi yang tidak kunjung selesai. Ia mengajarkan kita bahwa perdamaian sejati hanya bisa tercapai jika akar permasalahan diselesaikan dengan baik.
Sebagai manusia, kita harus belajar dari kisah ini. Bukan hanya untuk hidup berdamai dengan orang lain, tetapi juga untuk mencari solusi yang bijaksana atas setiap persoalan yang ada.
Penulis adalah Ketua Umum Pucuk Umun BABAD BANTEN.
Views: 0







