Beranda / Trending / Islam Bukan Agama Diam

Islam Bukan Agama Diam

Islam Bukan Agama Diam

Tangerang, Rabu 15/07/2026 (babadbanten.com). Selama ini kita diajarkan bahwa kemiskinan adalah ujian dari Tuhan. Tapi bagaimana kalau itu justru adalah kebohongan paling mahal yang pernah dijual ke umat Islam?

Islam bukan agama yang lahir untuk diam. Islam lahir sebagai perlawanan. Dan kapitalisme global sedang bekerja keras agar kita lupa hal itu.

Kita (rakyat) miskin bukan karena malas, bukan karena takdir, dan bukan karena kurang berdoa.

Menurut Eko Prasetyo penulis buku Islam Kiri : Melawan kapitalisme, bahwa kemiskinan umat Islam hari ini adalah hasil kesengajaan sistem, bukan kelemahan individu.

Kapitalisme global bekerja secara terstruktur: memotong subsidi pendidikan, menaikkan harga layanan kesehatan, menjual BUMN ke swasta, dan membuka pintu lebar untuk modal asing. Hasilnya, rakyat miskin tetap miskin, sementara yang kaya semakin punya kuasa atas hukum, negara, dan bahkan tafsir agama.

Islam pernah menjadi kekuatan yang membuat penguasa Mekah gemetar. Bukan karena doktrinnya, tapi karena ia berpihak pada orang miskin dan menyerang tatanan ekonomi yang pincang.

Itulah kenapa suku Quraisy begitu keras melawan Muhammad, mereka takut aset ekonomi mereka terancam.

Tapi hari ini, kata Eko Prasetyo, ajaran militan Islam itu sudah dibonsai.

Agama didesain menjadi urusan privat, cukup di mushala dan di hati, agar tidak mengganggu jalannya akumulasi modal.

Kelas dominan butuh Islam yang tenang, bukan Islam yang membebaskan.

IMF, World Bank, WTO bukan sekadar lembaga keuangan. Mereka adalah instrumen yang memaksa negara-negara Muslim membuka pasar bebas, memotong subsidi rakyat, dan membayar utang yang terus berbunga.

Isu terorisme, demokrasi, dan HAM dipakai secara selektif sebagai senjata untuk mendisiplinkan negeri-negeri yang tidak patuh.

Eko Prasetyo menyebut ini sebagai imperialisme modal, penetrasi kapital yang bekerja lebih halus dari penjajahan bersenjata, tapi efeknya jauh lebih dalam karena ia masuk ke dalam cara berpikir, kurikulum pendidikan, kebijakan negara, bahkan ke dalam wacana keagamaan kita sendiri.

Islam Kiri bukan ajakan menjadi komunis, bukan pula merombak akidah. Ini adalah cara membaca Al-Quran dari sudut pandang orang yang tertindas, persis seperti cara para nabi membaca realitas zamannya. QS 59:7 melarang harta berputar hanya di kalangan orang kaya. QS 9:34 mengecam penimbunan kekayaan. QS 4:75 memerintahkan pembelaan terhadap yang lemah.

Islam Kiri mengajak gerakan Islam melakukan advokasi nyata: membela buruh, melawan kebijakan yang memiskinkan, membangun kesadaran kritis umat dari yang magis dan pasrah menuju yang struktural dan berani. Dari wacana, menuju gerakan.(101).

Editor : Shoodrun Muda

Views: 2

Tag:

Tinggalkan Balasan