Awal lahirnya Sejarah Besar Kesultanan Banten
Tangerang, Rabu 15/07/2026 (babadbanten.com). Kisah ini bermula dari ikatan pernikahan antara penguasa agung Kerajaan Pajajaran, Sri Baduga Maharaja atau yang dikenal sebagai Prabu Siliwangi, dengan Kentring Manik Mayang Sunda.
Dari pernikahan tersebut, lahirlah tiga putera yang memegang peranan penting di wilayah berbeda, yakni Surawisesa yang naik takhta menjadi Raja Pajajaran ke-II, serta dua saudaranya, Surasowan dan Suranggana.
Surasowan menjabat sebagai Pucuk Umun di wilayah Banten Pesisir, sementara Suranggana menjadi Pucuk Umun di wilayah Banten Girang.
Garis kepemimpinan di Banten Pesisir kemudian berlanjut dari Surasowan kepada putranya, Arya Surajaya, yang menggantikan posisi ayahnya sebagai Pucuk Umun di wilayah tersebut.
Di sisi lain, putri Surasowan yang bernama Nyai Kawunganten menikah dengan ulama besar Sunan Gunung Jati, sebuah pernikahan yang menjadi titik balik penting dalam penyebaran Islam dan perubahan peta politik di tanah Banten.
Dari pasangan ini, lahirlah Maulana Hasanudin yang sosoknya menjadi sangat Penting karena berhasil menyatukan Banten Pesisir dan Banten Girang di bawah kepemimpinannya.
Ia awalnya menjabat sebagai Adipati untuk seluruh wilayah Banten sebelum akhirnya mengukuhkan diri sebagai Sultan Banten, menandai lahirnya era baru kesultanan Islam yang berdaulat.(101).
Editor : Shoodrun Muda
Views: 9






