Sekolah Filsafat Tubagus
Tiga Modal Utama Manusia
Tangerang, Sabtu 06/09/2025 (babadbanten.com). Melihat diri kita sebagai manusia tidak perlu rumit-rumit bin njelimet. Karena manusia itu memang sederhana, bersahaja dan menyenangkan.
Begitupun kita memahami Tuhan. Tidak perlu rumit-rumit bin njelimet. Karena kalau kita memandang Tuhan dengan rumit dan njelimet pasti Tuhan tidak akan menarik.
Cukuplah Iblis yang njelimet dan rumit melihat kita. Cukuplah Iblis yang sibuk mengawasi dan menjaga kita 48 jam.
Sedangkan Kita manusia tidak perlu rumit-rumit dan njelimet. Loh koq gitu? Hidup bukan diibaratkan permainan dadu. Atau dunia ini hanya tempat sementara. Engga juga.
Dunia ini adalah pelantara atau antaran akherat. Kita manusia bila sudah waktunya pasti akan meninggalkan dunia. Siapapun. Karena Tuhan sudah jelaskan dalam kitab suci bahwa kita dibatasi waktu hidup di dunia.
Biasanya kita menyebutnya dengan istilah mati, wafat, meninggal, modar, dst. Tergantung budaya kampung masing-masing. Tapi intinya ya batas waktu kita sudah selesai hidup di dunia.
Lalu kemana kita setelah mati? Itu pertanyaan yang sulit sekali di jawab. Karena hingga saat ini belum ada orang yang mati balik lagi kasih tahu kita mereka pergi kemana. Apakah bertemu dengan orang-orang yang sudah mati yang lebih dulu. Atau bagaimana.
Jadi agak sulit menjawab pertanyaan tadi.
Ya paling kalau menurut “agama” jawaban menunggu hingga kiamat tiba dan dibangkitkan lagi di Padang Mahsyar. Kapan kiamat tiba? Susah juga dijawab. Karena tidak ada yang bisa memberikan kepastian waktunya.
Supaya tidak gagal paham, Penulis hanya ingin mengingatkan bahwa lebih baik fokus kita pada hidup kita saat ini. Kalau hidup kita di dunia bagus. Akherat.ah pasti ngikutin bagus. Jadi tinggal bagaimana kita mengisi hidup kita dengan kebahagiaan, kesenangan, keceriaan dan kegembiraan.
Loh koq bisa gitu? Bukannya Hidup di dunia ini kan harus berjuang keras, banting tulang, mencari nafkah dst. Kalau hidup begitu apa mungkin?
Betul, kita harus berjuang keras tapi tolonglah jangan sampai kita banting tulang. Kalem, tenang dan fokus saja buat nikmati dunia.
Anggap saja kita sedang piknik atau tamasya di dunia. Yang namanya piknik atau tamasya ya harus dong kita menikmati dunia. Ngapain piknik malah bikin sumpek? Berarti kalau Sampek ada yang engga beres dipikiran kita.
Tuhan itu memerintahkan kepada kita berfikirlah. Apakah kamu tidak berfikir? Apakah kamu tidak menggunakan otakmu buat mikir? Bukan memerintahkan mikirin atau kepikiran.
Kalau kepikiran atau mikirin ya mumet terus hidupnya. Bisa-bisa kena stroke. Barabe.
Dalam tulisan ini penulis ingin mengingatkan kepada dulur2 aing agar kita menjadi manusia kuat dan bahagia. Maka kita kudu jaga tiga aset ini. Pertama Aqlun Salim (akal sehat). Kedua Qolbun Salim (hati sehat) dan ketiga Rukbatun Salim ( Dengkul sehat).
Bila ketiga hal tersebut bisa dijaga, dirawat dan terus ditingkatkan kualitasnya anda pasti menjadi manusia pilihan Tuhan. Silahkan coba aja.
Tubagus Aria Soleh(TAS), Siswa Sekolah Filsafat Tubagus (SFT)
Views: 1







