Catatan Sufi Syeikh Tubagus Fahman Arafat Rois JATMAN Wustho Banten
Pandeglang (babadbanten.com). Banten tidak akan besar hanya dengan organisasi, tapi Banten bisa besar dengan dzikir. Mengkaji tanpa membersihkan jiwanya dengan tadzakkur, tasyakkur, tashobbur, tahallum sampai dengan takholli, tahalli, tajalli, taroqqi dan ta’alluq, tidak akan sampai kepada hakikat yang dituju dan hakikat yang dicari.
Sesungguhnya tidak ada hakikat yang disembah, tidak ada hakikat yang dituju, dan tidak ada hakikat yang disaksikan melainkan hanyalah Alloh Ta’ala. Organisasi itu wadah dan persatuannya, dan tidak berarti apa-apa isinya tanpa berdzikir dan menyaksikan keaguanganNya.
Orang yang berdzikir ada hanya dengan lisannya saja, ada yang sudah sampai meresap kepada qolbunya, dan ada juga yang sudah sampai kepada ruhnya. Karena manusia terkadang ada yang hanya punya lisan, ada yang hanya punya akal, ada juga yang hanya punya hati, tapi sangat sedikit yang punya ruh.
Ruh itu tanda mahabbah dan ma’rifat kepada Alloh Ta’ala. Dan jangan merasa sudah sampai, karena merasa sampai itu akan menjadi penghalang/hijab untuk wushul ilalloh. Teruslah berjalan agar sampai kepada hakikatnya apa yang dicari dan yang dituju. Dan jangan sampai hanya karena melihat keramaiannya lalu berhenti karena terpesona dengan keramaiannya. Kalau tujuannya ke Surabaya, maka jangan berhenti di Jakarta karena melihat keramaiannya. Dan jangan berhenti di satu sumur atau sumber mata air, karena mungkin masih ada sumur atau sumber mata air yang lainnya. Itulah hakikat 7 lathifah dan 20 muroqobah yang ada di dalam diri yang sejati. Wallohu’alam. (red/ts/101)
editor : soleh dan fitra
Views: 0







