Menu

Mode Gelap
Thoriqot, Pilar Utama Pergerakan BABAD BANTEN Inkompentensi Pejabat Sangat Membahayakan Bagi Masa Depan Bangsa Belajar dari Pohon Bambu Pondok Pesantren Modern Daarul Muttaqien : Melahirkan Alumni Hebat FILSAFAT RASA: Menemukan Kembali Organ Pengetahuan Nusantara

Berita · 30 Jan 2025 12:35 WIB ·

Raja Bolangitang 1793


 Raja Bolangitang 1793 Perbesar

Jakarta (babadbanten.com). Raja Salmon Muda Ponto di dokumen Arsip Negara Republik Indonesia ( ANRI ) di kontrak nama beliau tertulis Salomon Ponto. Beliau adalah putera Penghulu Bolangitang Antogia Ponto dengan Bua Dongintaela Manoppo seorang puteri dari dinasti Manoppo kerajaan Bolaang Mongondow ,Sulawesi Utara. Pada tahun 1677 Kerajaan Bolangitang dibekukan oleh VOC Belanda karna pada saat itu VOC menyerbu Bolangitang yang saat itu sebagai sekutu dari Spanyol dan kerajaan Siau .

VOC berkeinginan agar kerajaan Bolangitang mau bekerjasama dengan VOC dan meninggalkan persekutuannya dengan Spanyol, namun kerajaan Bolangitang yang saat itu dipimpin seorang Raja Perempuan bernama Dona Magdalena Linkakoa menolak permintaan tersebut, sehingga menyebabkan VOC menyerbu kerajaan Bolangitang dan membekukannya.

Dalam catatan sejarah yang ditulis oleh Prof. Dr. Hi. HT Usup (Almarhum), maka akan kita dapati tentang sekelumit sejarah berdirinya Bolangitang, menjadi sebuah kerajaan yang berdaulat di tanggal 21 November 1793. Ada hal penting yang terjadi di tahun 1793 silam. Berdasarkan beberapa manuskrip lama, surat menyurat antara Penghulu Bolangitang (Antogia Ponto) dengan Kesultanan Ternate, bahwa pernah terjadi kontak-kontak antar kerajaan ditahun 1793.

Kontak-kontak lewat surat ini, sehubungan dengan pendirian Kerajaan Bolangitang, pada awalnya dibawah taktis pemerintahan Kaidipang. Sehingga Bolangitang dikala itu dinaikkan statusnya menjadi sebuah Kerajaan yang berdaulat, berpisah secara de Jure dari Kaidipang.

Walaupun menjadi masing-masing dua kerajaan yang berdaulat, namun Kaidipang dan Bolangitang, tak terpisah secara peradatan, emosional dan kekeluargaan, secara peradatan mereka tetap menganut adat yang sama, secara kekeluargaan mereka berasal dari kerabat dekat dan secara emosional mereka saling menjaga, menghormati dan melindungi, karena awalnya mereka adalah satu.

Tak ada riak konflik dalam pemisahan kerajaan ini, semua berjalan damai dan penuh kasih sebagai dua orang yang saling menyayang.

Pendirian kerajaan Bolangitang, dirundingkan di Loji (bangunan VOC) di Manado, yang bernama Loji Amsterdam. Dalam perundingan itu dihadiri oleh Pemerintah VOC, Sultan Ternate, dan Raja Willem David Korompot (Kaidipang). Dan perundingan itu dihasilkan sebuah konsensus bersama tentang pendirian Kerajaan Bolangitang.

Disamping ditetapkannya Bolangitang menjadi sebuah Kerajaan berdaulat, diangkatlah rajanya yang pertama adalah Paduka Raja Salmon Muda Ponto. Raja Salmon Muda adalah Putra dari Antogia Ponto, yang merupakan Penghulu Bolangitang sebelum Bolangitang menjadi Kerajaan.

Raja Salmon Muda Ponto, dilantik pada tanggal 21 November 1793, sebagai Raja Pertama Bolangitang. Pusat Kerajaan Bolangitang dan Istananya berada di Desa Sonuo, saat ini (Kompleks Mesjid Al Ikhlas).

Sumber:
-Berita Totabuan
-Pangeran Iftiqar S.A Ponto

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Thoriqot, Pilar Utama Pergerakan BABAD BANTEN

4 Desember 2025 - 23:04 WIB

Inkompentensi Pejabat Sangat Membahayakan Bagi Masa Depan Bangsa

4 Desember 2025 - 03:46 WIB

Belajar dari Pohon Bambu

4 Desember 2025 - 02:35 WIB

Pondok Pesantren Modern Daarul Muttaqien : Melahirkan Alumni Hebat

3 Desember 2025 - 06:27 WIB

FILSAFAT RASA: Menemukan Kembali Organ Pengetahuan Nusantara

3 Desember 2025 - 04:32 WIB

Untuk Apa Banyak-banyak Kawan

3 Desember 2025 - 03:51 WIB

Trending di Berita