Tangerang, BabadBanten.com
Sultan Banten IX, Tubagus Abdul Basit, yang juga dikenal sebagai Sultan Ageng Tirtayasa IX atau Pangeran Nata Bumi Banten, meminta semua pihak menghentikan provokasi terkait polemik antara rakyat Banten dan PIK 2. Menurutnya, gesekan ini hanya akan merugikan kedua belah pihak.
“Istilahnya menang jadi arang, kalah jadi abu,” ujar Sultan dalam wawancara bersama BabadBanten.com.
Dukungan Rakyat Banten terhadap Pembangunan
Sultan Banten IX menegaskan bahwa rakyat Banten pada dasarnya selalu mendukung pembangunan selama manfaatnya jelas. Ia mencontohkan keberhasilan pembangunan BSD, yang diterima masyarakat sejak awal hingga kini tanpa penolakan.
“Pembangunan BSD dilakukan dengan pendekatan kultur dan mengutamakan keuntungan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Sultan, prinsip ini seharusnya menjadi acuan dalam setiap proyek pembangunan, termasuk PIK 2, agar dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan konflik.
Kritik terhadap Provokasi dan Perlawanan
Sultan Banten IX menyayangkan jika proyek yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) justru mendapatkan perlawanan karena adanya indikasi ketidakpastian manfaat bagi rakyat.
“Saya meminta semua pihak untuk mengevaluasi diri dan menahan diri. Jangan sampai rencana yang baik terganggu oleh konflik yang tidak perlu,” tambah Sultan.
Ia juga menekankan bahwa polemik ini tidak boleh dijadikan alat provokasi untuk mengadu domba masyarakat Banten dengan pengembang PIK 2.
Ajakan untuk Mencari Solusi Bersama
Sultan Banten IX mengajak semua pihak untuk duduk bersama dan mencari solusi yang saling menguntungkan. Menurutnya, dialog adalah jalan terbaik untuk mengatasi masalah ini.
“Jangan ada yang mengatasnamakan Banten lalu membenturkan masyarakat dengan PIK 2. Kita harus fokus membangun masa depan bangsa yang lebih baik,” tandas Sultan.
Views: 0







