Beranda / Trending / Tarekat Bukan Organisasi, Melainkan Shuhbah Ruhaniyah antara Guru dan Murid

Tarekat Bukan Organisasi, Melainkan Shuhbah Ruhaniyah antara Guru dan Murid

Catatan Sufi Tubagus Fahman Arafat, Rois JATMAN Wustho Banten

لا تقوم الساعة من يقول الله الله

Hakikat Tarekat dan Organisasi

Tarekat bukan sekadar organisasi biasa. Hubungan yang terjalin dalam tarekat adalah hubungan spiritual antara guru dan murid, yang dikenal sebagai shuhbah ruhaniyah. Dalam tarekat, pintu menuju kebenaran hanya melalui satu jalan, yaitu guru.

Organisasi berfungsi sebagai wadah untuk persatuan. Namun, organisasi juga membutuhkan tarekat sebagai isinya, seperti jasad yang memerlukan ruh. Dalam tarekat, guru mursyid berperan penting untuk memberikan arah kepada murid, agar mereka sampai kepada tujuan spiritual yang dicari.

Peran Guru dan Murid dalam Tarekat

Guru adalah pembimbing utama yang menunjukkan jalan kepada murid. Sementara itu, murid disebut muriidulloh, yang berarti orang yang menginginkan Allah. Seorang guru sejati adalah mantan murid yang tulus (shodiq), seseorang yang sepenuh hati berfokus kepada Allah (sidquttawajjuh ilalloh). Guru tidak lahir dari pengakuan semata, melainkan karena izin dan perintah yang jelas dari gurunya.

Tanpa bimbingan guru, praktik spiritual seperti rabithah kehilangan arah. Semua langkah dalam tarekat, mulai dari lisan, tulisan, hingga isyarat, bersumber dari guru yang mendapatkan otoritas spiritual.

Program Utama dalam Tarekat

Banyak organisasi tarekat memiliki berbagai program yang ditawarkan. Namun, inti dari semua program tarekat adalah tiga hal utama:

  1. Mahabbatulloh (Cinta kepada Allah)
  2. Ridholloh (Ridha Allah)
  3. Ma’rifatulloh (Pengenalan kepada Allah)

Hidup tanpa cinta adalah kehampaan. Cinta sejati bermula dari cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, Muhammad SAW. Orang yang ridha kepada Allah akan merasakan surga dunia, yaitu surga ma’rifatulloh, sebelum menikmati surga akhirat.

Pentingnya Persatuan dalam Perbedaan

Persatuan menjadi kunci untuk menghargai perbedaan. Tanpa perbedaan, persatuan kehilangan maknanya. Allah menciptakan setiap makhluk berbeda-beda, dan perbedaan ini adalah keindahan yang harus dihormati.

Pemahaman tentang Tashawuf, Syariat, Tarekat, Hakikat, dan Ma’rifat

Seringkali, orang awam bingung memahami konsep seperti tashawuf, syariat, tarekat, hakikat, dan ma’rifat. Berikut adalah penjelasan sederhananya:

  • Tashawuf adalah pakaian yang dikenakan.
  • Syariat adalah jasad yang terlihat.
  • Tarekat adalah nafsu yang dikendalikan.
  • Hakikat adalah ruh yang mendalam.
  • Ma’rifat adalah pengenalan kepada Allah.

Kata Syeikh, tarekat itu bonggol-nya, karena sesungguhnya yang diperintah itu nafsunya.
يا أيتها النفس المطمىٔنة ارجعى الى ربك راضية مرضية فادخلى فى عبادى وادخلى جنتى

Seperti yang dikatakan oleh para ulama, tarekat adalah jalan pengamalan, bukan sekadar pengalaman. Banyak orang memiliki pengalaman spiritual, tetapi tidak semuanya mampu mengamalkannya. Hakikat adalah hasil akhir dari perjalanan spiritual yang dilalui dengan kesungguhan.

Keluasan Ilmu Allah

Ilmu Allah sangat luas, tak terbatas, dan tidak bisa diraih hanya dengan pikiran manusia. Merasa sudah mencapai puncak spiritualitas adalah hijab tersendiri yang menghalangi perjalanan menuju Allah. Hanya mereka yang benar-benar sampai yang memahami kedalaman ini.

“لا تدركه الابصار وهو يدرك الأبصار وهو اللطيف الخبير”
(“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan, tetapi Dia dapat melihat segala sesuatu. Dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”)

Views: 2

Tag:

Tinggalkan Balasan