Menu

Mode Gelap
Thoriqot, Pilar Utama Pergerakan BABAD BANTEN Inkompentensi Pejabat Sangat Membahayakan Bagi Masa Depan Bangsa Belajar dari Pohon Bambu Pondok Pesantren Modern Daarul Muttaqien : Melahirkan Alumni Hebat FILSAFAT RASA: Menemukan Kembali Organ Pengetahuan Nusantara

Berita · 18 Jan 2025 13:05 WIB ·

Penguasa Miskin Narasi, Penguasa yang mudah Tumbang


 Penguasa Miskin Narasi, Penguasa yang mudah Tumbang Perbesar

Tangerang (babadbanten.com). Narasi memiliki pengaruh yang kuat untuk menggerakan poeple power dan sekaligus mampu menumbangkan kekuasan yang despotik otoriter sekalipun.

Banyak contoh kekuasaan yang tumbang dengan narasi-narasi sederhana tapi dikemas dan di kelola dengan manajemen isyu yang apik dan menghujam. Tumbangnya orde baru merupakan bukti nyata dari kekuatan narasi yang didengungkan dan digaungkan oleh aktivis mahasiswa, pemuda, pelajar, kaum buruh, santri dan semua elemen rakyat.

Narasi KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme) menjadi senjata andalan kaum mahasiswa dalam bergerak dan menggerakan poeple power. Dengan keteguhan sikap dan narasi yang konsisten bila sudah menjadi napas gerak seluruh rakyat tidak akan ada yang sanggup menahannya.

Jenderal(Purn) Soeharto penguasa terlama di era Indonesia Modern pun tidak sanggup bertahan dan mempertahankan kekuasaannya karena kalah perang narasi dengan kaum mahasiswa, pemuda dan pelajar.Ibarat sasmita sang bijak, kekuasaannya yang kuat tumbang oleh ayam jago yang baru bisa berkokok.

Sejarah penguasa yang dzolim bila kita simak dengan seksama semuanya tumbang hanya dengan narasi. Dari zaman Nabi Adam hingga zaman demokrasi metaverse peran Narasi dalam menumbangkan kekuasan sudah teruji dan terbukti.

Narasi adalah senjata yang power full. Siapa yang mampu mengendalikan narasi pasti dia akan mampu mengendalikan kehidupan manusia seutuhnya.

Dizaman gejed metaverse ini narasi merupakan senjata yang paling mematikan. Daya ledaknya bisa merusak, menghancurkan, bahkan melenyapkan lawan-lawan politik padahal itu hanya narasi abal-abal. Hasilnya cukup mencengangkan. Target yang menjadi sasaran akan sibuk dengan ‘hantu blawo’ yang sudah ditembakkan.

Di zaman gejed metaverse sekarang, kemampuan memproduksi narasi dan memenej Narasi menjadi sebuah keharusan. Terlebih bagi para penguasa, penggiat politik, dakwah atau pengangguran sekalipun.

Penguasa yang miskin narasi pasti mudah ditumbangkan. Kuasai Narasi, anda akan menguasai dunia dan kekuasaan pun pasti bisa anda rebut, itu pasti. (red/TS101)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Thoriqot, Pilar Utama Pergerakan BABAD BANTEN

4 Desember 2025 - 23:04 WIB

Inkompentensi Pejabat Sangat Membahayakan Bagi Masa Depan Bangsa

4 Desember 2025 - 03:46 WIB

Belajar dari Pohon Bambu

4 Desember 2025 - 02:35 WIB

Pondok Pesantren Modern Daarul Muttaqien : Melahirkan Alumni Hebat

3 Desember 2025 - 06:27 WIB

FILSAFAT RASA: Menemukan Kembali Organ Pengetahuan Nusantara

3 Desember 2025 - 04:32 WIB

Untuk Apa Banyak-banyak Kawan

3 Desember 2025 - 03:51 WIB

Trending di Berita