Kemiskinan Hasil Karya Penguasa Dzalim
Tangerang, Kamis 10/04/2025 (babadbanten.com). Mengapa ada kemiskinan di dunia? Bukankah Tuhan Sudah mencukupi segala kebutuhan dan keperluan semua makhluknya untuk hidup di bumi? Bukankah Manusia sebagai pemegang mandat sudah diberikan segala kecakapan untuk mengelola Bumi? Mengapa hasilnya kemiskinan yang ekstrem yang muncul? Indonesia yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah seharusnya rakyatnya hidup makmur penuh keberlimpahan. Atau setidaknya cukup pangan, sandang dan papan. Namun faktanya kemiskinan begitu nyata terlihat di depan hidup kita.
Disisi lain, segelintir orang begitu kaya raya menguasai hajat hidup orang banyak. Tanpa ampun dari hulu ke hilir mereka kuasai. Kekuatan dan kekuasaan mereka genggam. Seolah jutaan nasib warga ada dalam genggaman mereka. Padahal dalam konstitusi bangsa Indonesia sudah jelas termaktub dalam Pancasila nomor dua : Kemanusiaan yang adil dan beradab. Apa maknanya buat kita bila dalam nyatanya kekuasaan sangat tajam ke bawah dan sangat tumpul ke atas.
Dalam nyatanya, Manusia Indonesia apakah sudah diperlakukan secara adil dari segi ekonomi, politik dan hukum dan apakah manusia Indonesia sudah diperlakukan beradab secara ekonomi, politik dan hukum? Kekuasaan seharusnya dipergunakan untuk mensejahterakan kehidupan rakyat. Menjaga dan melindungi segenap tumpah darah bangsa Indonesia.
Dalam sejarah kekuasaan kita mengenal Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Beliau Penguasa yang sangat resik, apik dan waro dalam menjalankan amanah kekuasaan sebagai Khalifah Amirul mukminin. Beliau tidak mau menggunakan fasilitas yang mewah bahkan untuk sekedar kepentingan pribadinya saja beliau sangat ketat.
Perlu dicatat, Khalifah Umar bin Abdul Aziz mewarisi kemiskinan yang akut dari khalifah sebelumnya. Tapi dalam dua tahun kekuasaannya beliau berhasil menghapus kemiskinan dan berhasil menghadirkan dalam kehidupan rakyatnya kesejahteraan dan kemakmuran.
Bila merujuk dari kisah halifah Umar bin Abdul Aziz, kemiskinan itu merupakan buah dari kebijakan penguasa yang dzalim dan ugal-ugalan. Bukan dari kehendak Tuhan.
Red/babadbanten.com
Editor : R. Saderun Muda
Views: 0







