Renungan Hari Guru
Nasehat-Nasehat Abah Habib Lutfhi yang Menyentuh Hati
Tangerang, Selasa, 25/11/2025 (babadbanten.com). Menjadi kuat, bukanlah soal seberapa keras engkau membalas, tetapi seberapa lapang engkau merangkul.
Kekuatan sejati adalah saat engkau mampu memaafkan orang yang bahkan tak pernah menyesali perbuatannya.
Itulah ajaran cinta, itulah nafas seorang sufi.
Abah Luthfi mengajarkan, jangan pernah biarkan hatimu keruh hanya karena kebencian orang lain.
– Bila mereka menebar luka, jadilah engkau penebar doa.
– Bila mereka menebar fitnah, jadilah engkau penabur rahmat.
Karena hati yang dipenuhi rahmah, tak akan pernah kalah oleh kebencian.
– Kuat itu ketika senyummu tetap terbit meski hatimu retak.
– Kuat itu ketika engkau tidak membalas menyakiti orang yang menyakitimu.
Sebab para Nabi, para Wali, para Shalihin mereka bukan berdiri di atas dendam, tetapi berdiri di atas kasih sayang.
Abah Luthfi mencontohkan dengan sikapnya:
– tak menjatuhkan meski dijatuhkan
– tak menghancurkan meski dihancurkan, tak menolak meski ditolak.
Karena beliau tahu, “kemuliaan bukan diukur dari berapa banyak musuh yang berhasil engkau kalahkan, melainkan berapa banyak hati yang tadinya menjauh kemudian bisa engkau rangkul kembali dengan kasih sayang.”
Inilah tasawuf:
– Menjadi kuat bukan dengan amarah,tapi dengan sabar.
– Menjadi mulia bukan dengan balasan,tapi dengan maaf.
– Menjadi agung bukan dengan dendam, tapi dengan cinta.
BoWWJourney
Editor : TubagusS
Views: 41







