Ketua Dewan Pertimbangan FSPP : Pesantren Harus menguatkan Sinergitas Kolaboratif dengan Pemkot
Tangerang, Rabu 30/07/2025 (babadbanten.com). KH Tubagus Sehabudin Assa’idiy Ketua Dewan Pertimbangan FSPP Kota Tangerang kepada babadbanten.com mengatakan bahwa Pesantren harus memperkuat kolaborasi dan bersinergi dengan Pemkot Tangerang.
Hal ini disampaikan Kyai Tubagus Sehabudin Assa’idiy menjelang keberangkatannya pada kegiatan rihlah dan tadabbur alam Pengurus FSPP sehari di kawasan puncak Bogor.
Menurut Kyai Tubagus Sehabudin Assa’idiy penguatan sinergi dan terus meningkatkan program kolaborasi akan sangat menguntungkan kedua belah pihak baik Pemkot Tangerang maupun kalangan pesantren sendiri.
Hal ini mengingat adanya perubahan kebijakan pemerintah yang perlu direspon secara positif seperti pendidikan gratis, kuota penerimaan murid sekolah Negeri yang melebihi batas serta program makan gratis yang masih berkutat di sekolah negeri saja. Ucap Kyai Sehabudin Assa’idiy
Tentu saja, lanjut kyai Tubagus Sehabudin Assa’idiy, bila tidak ada komunikasi yang efektif dan implementasi kebijakan yang serampangan akan sangat berdampak pada madrasah, sekolah swasta dan pesantren yang memang secara pembiayaan murni dari murid atau mendapat subsidi berupa dana BOS.
Sekarang ini, ucap kyai Tubagus Sehabudin Assa’idiy dampak yang sudah terasa banyak dari kalangan pesantren atau sekolah swasta yang tidak mendapatkan murid. Untuk mendapatkan murid 1 kelas saja sangat begitu susah. Bukan karena tidak ada lulusan SD atau MI atau MTs atau SMP tapi karena kebijakan pemerintah yang memperbesar daya tampung kelas. Ujar kyai Tubagus Sehabudin Assa’idiy.
Menurut Tubagus Sehabudin Assa’idiy, sebagai ketua Dewan Pertimbangan FSPP Kota Tangerang pengurus Presidium FSPP untuk menjadi jembatan terhadap dampak kebijakan pendidikan yang begitu merugikan dan menyesakan dada para pengasuh pondok pesantren. Perlu dibicarakan dari hati ke hati agar win win solusionnya jelas. Ucap Kiyai Tubagus Sehabudin Assa’idiy.
“Karena pesantren ada untuk membangun bangsa dengan nilai-nilai dan karakter bangsa yang otentik asli lahir dari napas revolusi 45. Jadi harus kita rawat dan bina agar terus hidup dan eksis”, Tutup Kyai Tubagus Sehabudin Assa’idiy.(101)
Editor : TS 101
















