MEMAHAMI KEBERADAAN SISTEM ASET NUSANTARA
Oleh: Safari “ANS”
Sistem Aset Nusantara kini menjadi sebuah sistem keuangan dan sistem aset dunia berdiri sendiri. Ia tidak terikat oleh sistem keuangan atau perbankan sebuah negara manapun di dunia. Tetapi justru Sistem Sistem Aset Nusantara yang mengatur keuangan yang berhubungan dengan Aset Nusantara.
Kini ada ada 886 rekening bank di seluruh bank yang ada semua negara di bawah kendali Sistem Aset Nusantara, termasuk perbankan di Indonesia. Oleh karena tim kerja Sistem Aset Nusantara kini ada 555 orang berkerja aktif di seluruh dunia berdasarkan struktur organisasi piramida. Dalam struktur organisasi itu, kekuasaan tertinggi dipegang oleh King of Kings.
Dibawah King of Kings ada unsur codename yang pernah penulis tulis (silahkan baca). Oleh karena itu, ketika Donald Trump menjabat Presiden AS periode pertama, mendesak Ratu Elizabeth II, untuk mencairkan mother account di FED (karena ada uang milik keluarga Trump). Tetapi Ratu Inggaris itu menjawab. Bahwa dirinya selalu Ketua The Committee 300 tidak bisa mencairkan aset anggotanya (300 konglomerat dunia). Tetapi katanya, yang bisa mencairkannya adalah anak Nusantara yang tinggal di Indonesia. Tetapi ratu itu tidak tahu siapa namanya dan dimana keberadaannya.
Apa yang dikatakan oleh Ratu Inggris (ketika masih hidup) itu, membuat pengacara Niel F. Keenam berbulan-bulan di Indonesia mencari orang itu. Bahkan satu tim dari Rotschild bertahun-tahun mencari putra Nusantara itu di Indonesia.
Apalagi sekarang, setelah sistem keuangan dunia yang terkait dengan Aset Nusantara terkunci total (untuk sementara waktu), betul-betul menyiksa. Karena memaksa negara di seluruh dunia melakukan gerakan efisiensi besar-besaran. Sehingga kehadiran anak itu Nusantara betul-betul dibutuhkan. Anak itu ada, tapi tiada. Dia tiada, tetapi ada. Dia hadir ketika dibutuhkan dan sudah diperintah King of Kings. Karena pemegang sistem M1. M1 itu hanya seorang. Tidak dua orang.
Sistem Aset Nusantara Berdiri Sendiri
Sistem Aset Nusantara yang dibangun sejak tahun sejak 1928 hingga 2024 (baru selesai), merupakan sistem aset yang berdiri sendiri. Sistem ini menaungi sistem keuangan dan perbankan dunia, karena dasar utama 154 mata uang dunia dicetak atas kolateral yang dikeluarkan oleh Indonesia. Pertama dengan The Promisse Land tahun 1917. Kemudian menggunakan emas sesuai Konferensi Bretton Woods tahun 1944.
Atas dasar itu, kemudian M1 memasok emas ke Amerika Serikat melalui tiga perjanjian. Perjanjian Tampak Siring (Bali), Wasington DC Agreement, dan The Green Hilton Memorial Agreement tahun 1963. Tercatat di AS, ada 140.000.000 kg (140 juta kilo gram) untuk membackup cetak USD baru.
Bahkan M1 harus menambah cadangan emas di UBS hingga menjadi 62.000.000.000 kg (Enam Puluh Dua Miliar Kilo Gram). Ini berdasarkan Delegation of Rights From King Paku Buwono X tahun 1928 ketika Soekarno sebagai calon M1 ketika itu ia menerima program Plan of The Experts(baca tulisan terdahulu). M1 malah tahu kini ada anak Nusantara mengakses data di UBS. Tapi M1 bilang, tidak akan berhasil. Mau pakai teknologi apa saja. Data itu tak akan bisa digunakan. Terbaca sih iya. Tapi cukup sampai disitu saja. Saran penulis, sebelum kena dam “mati”, sebaiknya usaha itu dihentikan sekarang.
Karena UBS bertindak sebagai bank kustodian, ia memberikan jaminan atas pencetakan uang baru dunia. UBS yang memcatat, peredaran jaminan emas. Untuk membackup mata uang dunia yang dihimpun Bank Dunia dan IMF dalam 886 rekening di seluruh bank di dunia. Termasuk deposito M1 di Bank Dunia dan IMF sebagai dana abadi umat manusia dengan dari tenor 10 tahun hingga 1.000 tahun. Kini nilai hingga 100 digit pada kedua lembaga itu.
Ketika dana abadi penulis intip, ada satu rekening bernilai USD 65.100. (ada 66 nol dibelakangnya). Menyebutnya pun susah. Dalam mata uang dolar Amerika Serikat lagi. Itu nyata, bukan imajinasi. Karena itu data resmi World Bank Group. Semua itu deposito yang dilakukan oleh M1 untuk umat manusia.
Oleh karena itu, Sistem Aset Nusantara tidak terkait dengan Indonesia. Sistem ini berdiri sendiri, karena aset yang dikelola Sistem Aset Nusantara tidak hanya mencakup Indonesia saja. Karena M1 sendiri mendapat titipan aset dari bangsa lain di dunia. Ada titipan dari Taiwan, Tiongkok, Iran, Zulu, dan lainnya di dunia.
Oleh karena itu, pejabat Indonesia tidak bisa melakukan intervensi Sistem Aset Nusantara. Apalagi Sistem Aset Nusantara tidak terkait dengan Sistem Pemerintahan Republik Indonesia. Tetapi kalau pihak Indonesia membutuhkan dana untuk membangun bangsa dan negara, Sistem Aset Nusantara akan memberikan prioritas utama untuk di bantu. Tapi, kalau tidak mau dibantu, ya tidak apa-apa. Bravo Nusantara.***
Penulis adalah Peneliti Senior Aset Nusantara
Editor : raden sadrun muda
Views: 4







