Tangerang (babadbanten.com). Aktivitas perniagaan tak lepas dari menjual dan menawarkan. Untuk menjadi pengusaha yang sukses, seseorang harus melewati siklus yang cukup panjang. Tidak jarang banyak yang menyerah karena jalan meraih kesuksesan tidak selalu mulus dan cenderung bergelombang.
Resiko saat melakukan penawaran dalam usaha menjual produk adalah penolakan. Hal ini tidak bisa kita hindari. Penolakan bisa kita terima dari siapa saja, bahkan orang yang kita kenal pun bisa menolak produk yang kita tawarkan dengan berbagai alasan. Apakah setelah ditolak kita langsung menyerah? Coba simak kisah ini.
Berapa kali Thomas Alva Edison gagal sebelum menemukan bola lampu pijar? Media Forbes mengutip kata-kata Thomas Alva Edison sebagai berikut: “Saya bukan gagal 10.000 kali. Saya tidak gagal satu kali pun. Saya berhasil membuktikan bahwa ada 10.000 cara yang keliru. Ketika saya telah mengetahui cara-cara yang keliru, akhirnya saya akan menemukan sebuah cara yang benar.”
Thomas sedang tidak bicara secara harfiah melakukan 10.000 kali kegagalan dalam usaha menemukan bola lampu pijar. Bahkan mungkin dia juga tidak menghitung dengan persis berapa kali dia mencoba. Tapi yang jelas, dia melakukannya dengan usaha yang keras dan terus-menerus hingga akhirnya berhasil.
Satu lagi kisah tentang Wardah. Salah satu kosmetik yang sangat terkenal saat ini dengan pemiliknya seorang wanita bernama Ibu Nurhayati Subakat. Pada saat mengawali bisnis kosmetik islami, Nurhayati sempat dipandang sebelah mata namun ia tetap melangkah. Kosmetik Wardah yang menonjolkan kehalalannya dianggap menjual agama dalam berbisnis.
Nurhayati memulai memasarkan kosmetiknya dari rumah ke rumah dan salon ke salon. Ketika usahanya mulai dirintis, pabriknya kebakaran sampai habis. Ada rasa menyerah pada saat itu, tapi dia berkeras memulai bisnisnya untuk bangkit kembali. Dan 29 tahun waktu yang dibutuhkan Nurhayati untuk menjadikan Wardah sebagai brand kosmetik terkenal seperti saat ini.
Nah, bagaimana caranya agar saat menawarkan dagangan, lalu ketika ditolak kita tetap bergerak? Berikut tips agar wajah tetap berseri saat ditolak pembeli.
1. Niatkan jualan untuk membantu orang
Niat ini memang penting banget. Ia menentukan bagaimana kita bergerak, dan seperti apa respon ketika ditolak. Sehingga ketika menawarkan produk jualan dan ternyata belum dibeli, berarti belum berjodoh. Kita pun meresponnya dengan santai. Karena menyadari tidak semua orang akan menerima apa yang kita jual dan tidak semua orang juga akan menolak apa yang kita tawarkan.
2. Jualan membuka 9 pintu rezeki
Rasulullah SAW mengatakan bahwa 9 dari 10 pintu rezeki berada di perdagangan. Sudah jelas di sini pesannya bahwa berdagang akan mendatangkan rezeki yang berlimpah.
Pengalaman saya selama bekerja sebagai seorang guru belasan tahun ternyata gaji yang diterima jauh berbeda dengan bisnis yang dijalani saat ini.
Kenapa bisa seperti ini?
Salah satu hikmahnya, saat berdagang kita membantu banyak orang. Produsen terbantu karena kita menjualkan produk mereka. Konsumen juga terbantu, sebab mereka menemukan produk yang dicari lewat jualan kita.
Ketika tahu konsep semacam ini, tentu penolakan dari pembeli tak membuat kita mundur untuk menjadi pedagang sukses siap tempur.
3. Kompensasi di setiap kesulitan
Allah sudah menyiapkan kompensasi di setiap kesulitan. Ketika turun hujan, menjadi waktu mustajab dengan Allah kabulkan doa. Ketika orang sakit, doanya makbul dosanya gugur. Begitu juga orang safar dengan kesulitannya dalam perjalanan, Allah berikan kemudahan dalam ibadah, juga makbulnya doa.
Sudah menjadi ketetapanNya, kalau dalam hidup ini ada namanya keseimbangan. Ada matahari dan bulan, ada siang dan malam juga ada bumi dan langit.
Semuanya saling melengkapi satu sama lain, menjadi penyeimbang. Seperti halnya jualan. Siap dengan penolakan yang terjadi, juga harus menerima sesi di mana produk kita terjual laris sekali. Jika ditolak, tenang saja karena rezeki anda akan segera menanjak. Sekian, semoga bermanfaat.(red/TSM/101)
editor soleh muda dan fitra
Views: 2







