Menu

Mode Gelap
Thoriqot, Pilar Utama Pergerakan BABAD BANTEN Inkompentensi Pejabat Sangat Membahayakan Bagi Masa Depan Bangsa Belajar dari Pohon Bambu Pondok Pesantren Modern Daarul Muttaqien : Melahirkan Alumni Hebat FILSAFAT RASA: Menemukan Kembali Organ Pengetahuan Nusantara

- · 11 Jul 2025 12:35 WIB ·

Ki Mauk, Dzuriat Sultan Banten yang Menjadi Penguasa di Mauk


 Ilustrasi AI Ki Mauk Dzuriat Kesultanan Banten Perbesar

Ilustrasi AI Ki Mauk Dzuriat Kesultanan Banten

Ki Mauk, Dzuriat Sultan Banten yang Menjadi Penguasa di Mauk

Tangerang, Jum’at 11/07/2025 (babadbanten.com). Ki Mauk adalah Dzuriat Kesultanan Banten yang menjadi penguasa di Mauk. Beliau Tokoh yang sangat dihormati dan kharismatik. Tokoh nyata dan bukan Tokoh fiktif. Ki Mauk dan keturunannya terdata rapih dalam catatan silsilah keluarga besar beliau, walaupun tidak semua keturunan beliau tahu, tapi sebagian keturunannya ada yang merawat data silsilah tersebut hingga sekarang.

Makam Ki Mauk terletak di Jenggot bukan di Mauk, maka banyak para keturunan beliau yang berziarah ke makam beliau yang terletak di Jenggot.

Perbedaan Tiga Tokoh Ki Mauk

Ada tiga sosok Ki Mauk

Pertama, Ki Mawuk/Mauk adalah tokoh keturunan bangsawan Banten yang beribukan keturunan Cina Muslim Pesisir pantai Tanjung kait, yang kelak nama beliau dijadikan nama Kec. Mauk, makamnya di Jenggot bukan di Mauk.

Kedua, Wedana Mauk adalah seorang pejabat yang ditugaskan oleh pemerintah untuk menduduki jabatan di wilayah Mauk.

Ketiga, Buyut Mauk adalah tokoh Tionghoa yang dimakamkan di kecamatan Mauk, tentang nama beliau dan para keturunannya belum terkonfirmasi

Sedangkan Ki Mauk yang dzuriat Kesultanan Banten adalah bernama Pangeran Ahmad Awuk/Ki Mauk. Nama aslinya Pangeran Ahmad Sholeh. Beliau berasal dari keturunan bangsawan Kesulthanan Banten dan secara silsilah masih keturunan dari Syarif Hidayatullah Cirebon. Beliau adalah putera dari Pangeran Muhammad Chan bin Pangeran ‘Abdul ‘Alim.

Di dalam tubuhnya mengalir darah cina muslim yang diturunkan dari garis darah ibunya, sedangkan dari garis neneknya yaitu Nyi Rd. Ratna Komala mengalir darah bangsawan kraton Sumedang Larang dan Masih ada keterkaitan dengan Rd. Cimang Buaran Asem.

Ki Mauk adalah putera Pangeran Muhammad Chan yang menikah dengan Cie lie Ning Roudhoh Chan/Nyai kembang kuning.

Cie Lie Ning Roudhoh Chan/Nyai kembang kuning dilingkungan tempat tinggalnya biasa disebut Nyi Iroh/Ema Kebon. Beliau seorang pendekar yang mengajarkan silat kepada murid-muridnya dan tabib/ahli pengobatan.

Nama julukan Ema kebon sendiri diberikan oleh masyarakat setempat kepada beliau karena beliau banyak berkebun dan menanam tanaman obat- obatan yang digunakan untuk media berobat untuk pasien beliau.

Redaksi babadbanten.com dari berbagai sumber

Editor : Raden Saderun Muda (RSM).

Artikel ini telah dibaca 497 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Thoriqot, Pilar Utama Pergerakan BABAD BANTEN

4 Desember 2025 - 23:04 WIB

Inkompentensi Pejabat Sangat Membahayakan Bagi Masa Depan Bangsa

4 Desember 2025 - 03:46 WIB

Belajar dari Pohon Bambu

4 Desember 2025 - 02:35 WIB

Pondok Pesantren Modern Daarul Muttaqien : Melahirkan Alumni Hebat

3 Desember 2025 - 06:27 WIB

FILSAFAT RASA: Menemukan Kembali Organ Pengetahuan Nusantara

3 Desember 2025 - 04:32 WIB

Untuk Apa Banyak-banyak Kawan

3 Desember 2025 - 03:51 WIB

Trending di Berita