KH Tubagus Ma’ani: Kepemimpinan Pesantren Harus Berani Tampil
Tangerang (babadbanten.com)
Pesantren Tidak Lagi Menunggu, Saatnya Beraksi
Kepemimpinan pesantren, khususnya kyai dan santri, harus tampil lebih berani. Menurut KH Tubagus Ma’ani, kaum pesantren tidak boleh hanya menunggu masyarakat datang meminta restu untuk maju dalam politik.
“Perkembangan zaman menuntut pesantren untuk mengambil peran penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ungkapnya dalam wawancara dengan babadbanten.com pada Selasa (07/01/2025).
Perjuangan Pesantren Tidak Bisa Dititipkan
KH Tubagus Ma’ani menegaskan bahwa perjuangan politik dan idealisme pesantren tidak lagi bisa diwakilkan. “Kita sendiri harus memperjuangkannya,” tegasnya.
Sebagai Wakil Ketua Umum Pucuk Umun BABAD BANTEN, KH Tubagus Ma’ani mengingatkan kembali sejarah perjuangan pesantren dalam merebut kemerdekaan Indonesia. “Kaum pesantren berjuang dengan tulus, mempertaruhkan nyawa dan harta demi mencapai cita-cita bangsa yang merdeka, adil, dan makmur,” jelasnya.
Membangkitkan Kesadaran Generasi Bangsa
Menurut beliau, kesadaran bahwa Indonesia adalah hasil perjuangan para leluhur dan guru pesantren harus kembali dibangun. “Sebagai generasi penerus, kita tidak boleh melupakan sejarah dan perjuangan itu,” ujar KH Tubagus Ma’ani.
Ia menambahkan, memori perjuangan harus dihidupkan kembali agar generasi saat ini memahami betapa besar peran pesantren dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Kepemimpinan Pesantren yang Transformatif
KH Tubagus Ma’ani menekankan pentingnya kaum pesantren, terutama kyai dan santri, untuk memimpin umat. “Kita tidak boleh diam atau hanya menunggu diajak. Saatnya membangun kepemimpinan pesantren yang transformatif,” katanya.
Kepemimpinan transformatif, menurut beliau, adalah kemampuan untuk menyampaikan kesadaran spiritual pesantren kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Pesantren harus menjadi motor penggerak yang membawa nilai-nilai luhur ke dalam berbagai aspek kehidupan.
Penutup: Pesan KH Tubagus Ma’ani
KH Tubagus Ma’ani menutup pesannya dengan dorongan kuat bagi kaum pesantren untuk terus maju. “Jangan lagi diam. Kini waktunya kita bergerak,” tutupnya.
Menunggu orang yang datang ke pondok dan meminta restu buat maju dalam kontestasi politik. Dalam pandangan Kyai Tubagus Ma’ani, hal tersebut sudah tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman yang menuntut kaum pesantren harus mengambil peran-peran penting dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Kepada babadbanten.com selasa (07/01/2025) Kyai Tubagus Ma’ani menuturkan, sekarang barangkali sudah waktunya kita berfikir bahwa idealisme politik dan perjuangan pesantren tidak boleh kita titipkan. Tapi kita sendiri yang harus memperjuangkan. Ucap Kyai Tubagus Ma’ani.
Waketum Pucuk Umun BABAD BANTEN tersebut menambahkan, bukankah kemerdekaan Bangsa Indonesia tidak lepas dari peran penting kaum pesantren yang secara tulus ikhlas dan berani bertaruh dan bertarung nyawa jiwa raga harta benda untuk bisa mewujudkan impian menjadi Bangsa yang merdeka, berdaulat adil dan makmur. Ujar Kyai Tubagus Ma’ani.
Lebih lanjut Kyai Tubagus Ma’ani menambahkan, kesadaran bahwa Bangsa dan Negara Indonesia ini adalah milik kita hasil perjuangan para leluhur dan para guru-guru kita harus kita bangunkan kembali dari kelupaan dari memori kita sebagai generasi penerus bangsa. Kata Kyai Tubagus Ma’ani.
Terlepas dari apapun, sambung beliau, kaum pesantren terutama para kyai dan para santrinya harus berani tampil kedepan dalam memimpin umat. Kita tidak boleh lagi diam dan bersikap menunggu diajak baru bergerak. Saatnya kita bangun Kepemimpinan Pesantren yang transformatif, yang mampu mendelevery kesadaran spiritual pesantren kepada umat, bangsa dan negara. Tutup Kyai Tubagus Ma’ani.
editor soleh dan fitra
Views: 0







