Catatan Sufi Syeikh Tubagus Fahman Arafat, Rois JATMAN Wustho Banten
Pencarian Seorang Pemuda untuk Bertemu Tuhan
Seorang pemuda bertanya kepada ibunya, “Bu, bagaimana agar saya dapat berjumpa dengan Tuhan?”
Ibunya menjawab, “Pergilah ke dalam hutan. Mungkin kamu akan menemukan apa yang kamu cari.” Pemuda itu setuju dan segera pergi ke hutan.
Setelah berminggu-minggu menjelajah, ia kembali ke rumah. “Bu, saya tidak menemukan apa-apa di dalam hutan, hanya kegelapan,” ujarnya.
Sang ibu pun berkata, “Kalau begitu, pergilah ke kampung di seberang sana. Temui seorang pertapa terkenal di sana. Mungkin dia dapat membantumu.” Dengan mantap, pemuda itu mengikuti nasihat ibunya.
Bertemu dengan Sang Pertapa
Setibanya di kampung yang dimaksud, pemuda itu menemukan seorang pertapa yang dikelilingi oleh murid-muridnya. Ia mengutarakan tujuannya, yaitu ingin bertemu Tuhan.
Pertapa itu bertanya, “Nak, apakah ada sesuatu yang sangat kamu sayangi di rumahmu?”
Setelah berpikir sejenak, pemuda itu menjawab, “Ada, Guru. Seekor anak sapi yang selalu menemani saya setiap hari.”
Sang pertapa kemudian memberikan perintah, “Masuklah ke bilik itu. Jangan keluar sebelum aku menyuruhmu. Ingatlah terus anak sapi yang kamu sayangi.”
Pemuda itu pun masuk ke bilik seperti yang diperintahkan.
Transformasi Pemikiran
Hari demi hari berlalu, hingga waktu yang ditentukan tiba. Pertapa dan murid-muridnya datang untuk memanggil pemuda itu keluar.
Namun, tidak ada jawaban dari dalam bilik. Setelah beberapa kali dipanggil, terdengar suara, “Guru, saya tidak bisa keluar karena tanduk saya terlalu lebar.”
Mendengar itu, para murid terkejut. Akhirnya, pemuda itu berhasil keluar, dan ia mulai disadarkan oleh sang pertapa.
Pelajaran Berharga dari Sang Guru
Pertapa itu berkata, “Nak, ini adalah pelajaran pertamamu. Apapun yang kamu pikirkan, kamu akan menjadi seperti apa yang kamu pikirkan.”
Pesan ini begitu dalam, mengajarkan bahwa pikiran kita membentuk siapa diri kita. Pemuda itu pun memahami pelajaran berharga ini dan menjadikannya sebagai pedoman hidup.
Kesimpulan: Pikiran Menentukan Identitas
Kisah ini mengingatkan kita bahwa pikiran memiliki kekuatan besar dalam membentuk identitas dan kehidupan kita. Apa yang kita pikirkan secara konsisten akan menentukan siapa diri kita.
Wallahu a’lam.
Views: 0







