Ngaji Filsafat
Karena salah merespon Realitas, banyak orang sibuk mengatur dunia luar tapi gagal mengatur dirinya sendiri
Tangerang, Kamis 24/07/2025 (babadbanten.com). Menurut ajaran Stoik kuno, hanya ada dua kategori dalam hidup: hal yang bisa kamu kontrol, dan hal yang tidak bisa kamu kontrol. Tapi kenyataannya, kebanyakan orang menaruh tenaga, emosi, bahkan harga dirinya pada kategori yang salah.
Epictetus, seorang mantan budak yang menjadi filsuf Stoik besar, menyusun prinsip hidup dalam The Enchiridion yang menjelaskan secara sederhana bahwa kendali sejati bukan soal mengubah dunia, tapi mengatur reaksi kita terhadap dunia. Ryan Holiday dalam The Daily Stoic melanjutkan pesan ini ke konteks modern: dunia bisa kacau, tapi kamu tetap bisa tenang jika tahu apa yang sebenarnya berada dalam kekuasaanmu.
Pernah merasa stres karena ucapan orang lain di media sosial, atau karena pekerjaan yang tidak sesuai ekspektasi? Lalu kamu mencoba mengubah semuanya: menjelaskan, membela diri, mengeluh, bahkan menyalahkan. Tapi hasilnya tetap sama. Stresnya masih ada. Bukan karena kamu lemah, tapi karena kamu mencoba mengontrol hal yang bukan milikmu.
Hidup itu seperti mengemudi di jalan yang penuh kendaraan ugal-ugalan. Kamu tidak bisa mengatur semua mobil di jalan. Tapi kamu bisa mengatur bagaimana kamu menyetir. Kamu bisa jaga jarak, tetap tenang, fokus pada rute sendiri. Dan itu cukup untuk sampai dengan selamat.
Inilah tujuh hal yang sepenuhnya bisa kamu kontrol. Jika kamu fokus di sini, kamu bukan hanya lebih tenang, tapi juga lebih kuat.
1. Cara kamu merespons kejadian
Epictetus bilang, “Bukan peristiwa yang mengganggu kita, tapi penilaian kita terhadapnya.” Artinya, kejadian di luar itu netral. Kamu lah yang memberi label baik atau buruk. Maka, kendalikan respon, bukan kejadian. Kalau dikritik, kamu bisa pilih belajar atau marah. Itu hakmu sepenuhnya.
2. Apa yang kamu pikirkan
Isi kepala adalah ruang privat. Kamu bisa memilih untuk membiarkannya dipenuhi ketakutan, atau diganti dengan pertanyaan reflektif. Pikiran bisa diarahkan. Dan arah itu akan menentukan keputusanmu. Seperti dikatakan Ryan Holiday, “Kita jadi apa yang kita pikirkan.”
3. Usaha yang kamu keluarkan
Hasil bukan milikmu sepenuhnya. Tapi usaha, itu hak prerogatifmu. Kamu tidak bisa jamin lulus ujian, tapi kamu bisa pastikan belajar maksimal. Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, usaha adalah satu-satunya kepastian yang bisa kamu jaga.
4. Nilai yang kamu pegang
Dunia bisa berubah. Norma bisa bergeser. Tapi nilai, prinsip, dan integritas adalah keputusan pribadi. Kamu bisa memilih tetap jujur walau semua orang curang. Ini bukan soal moral tinggi, tapi soal kemerdekaan batin. Tidak dikendalikan tren atau tekanan.
5. Sikap terhadap waktu
Setiap orang dikasih 24 jam. Tapi tidak semua menggunakannya dengan sadar. Kamu bisa kontrol bagaimana membagi waktu antara kerja, istirahat, dan refleksi. Waktu tidak bisa disimpan, tapi bisa diarahkan. Dan orang bijak tahu itu adalah aset paling mahal.
6. Lingkungan mental yang kamu bangun
Apa yang kamu baca, siapa yang kamu dengar, konten apa yang kamu konsumsi, itu semua pilihan. Kamu bisa pilih mengelilingi diri dengan kebisingan atau dengan ketenangan. Dan ini sangat mempengaruhi kualitas jiwamu. Karena seperti kata Stoik, “Kamu menjadi apa yang kamu serap.”
7. Reputasi di dalam diri sendiri
Dunia bisa salah paham tentangmu. Tapi satu hal yang tidak bisa mereka ambil adalah bagaimana kamu menilai dirimu sendiri. Kamu bisa memilih menjadi pribadi yang kamu hormati, bahkan saat tidak ada yang menonton. Inilah reputasi yang tidak bisa direkayasa.
Kehidupan modern menawarkan ilusi kendali. Kita berpikir bisa mengatur cuaca, opini publik, bahkan masa depan. Tapi kenyataannya, hanya sedikit hal yang benar-benar bisa kita pegang. Dan saat kita mulai fokus pada tujuh hal ini, kelegaan batin pun datang.
Apa satu hal yang ingin kamu latih lebih serius mulai hari ini dari daftar di atas? Dan kalau kamu rasa tulisan ini mengingatkanmu tentang kekuatan yang kamu miliki, mari kita bisa saling berbagi ke seseorang yang butuh merasa berdaya kembali.(babadbanten.com dari berbagai sumber)
#berani_berfikir
#babad_banten
#banten_bangkit
Views: 0







