Jawa Barat Istimewa dan Jogyakarta Istimewa. Apa bedanya?
Tangerang, Kamis 8/05/2025 (babadbanten.com). Tagline Jawa Barat istimewa yang digaungkan oleh KDM sebagai Gubernur Jawa Barat ternyata mampu membangkitkan memori kolektif urang sunda yang memiliki sejarah peradaban yang sangat luar biasa. Di tatar Sunda berdiri Kerajaan Padjajaran yang sangat legendaris, Kemudian disusul berdirinya kesultanan Cirebon dan Kesultanan Banten yang begitu berpengaruh dalam dunia perdagangan, politik dan Syiar Islam di Tatar Sunda bahkan Dunia.
Sejarah Mencatat Kesultanan Banten di masa keemasannya memiliki Duta Besar di Kerajaan Inggris, kerajaan Belgia, Kerajaan Jerman, Kekaisan Turki Ottoman, dan Mekkah Madinah. Kesultanan Banten yang secara nasab darah masih keturunan Maharaja Sunda Prabu Siliwangi dan Bani Quraisyi Serta Majapahit di masa gemilangnya tampil sangat mengesankan. Pengaruhnya begitu luas dan besar.
Hingga pada satu titik sejarah, Kesultanan Banten harus redup dan harus berjuang dengan sekuat tenaga, pikiran dan spirit agar tetap eksis dalam pergulatan dunia yang begitu keras. Beruntung, “Indonesia” yang dalam cengkraman Penjajah Belanda mampu dan berani memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 agustus 1945 yang dibacakan oleh Ir Soekarno dan Drs Mohamad Hatta atas nama Bangsa Indonesia. Dan “Kesultanan Banten” menyatakan bergabung serta bersama dengan Bung Karno dan Bung Hatta dalam negara Republik Indonesia.
Di era awal kemerdekaan, “Kesultanan Banten” bersatus sebagai daerah Keresidenan Banten dengan Residennya KH Ahmad Khotib. Kemudian di masa Orde Baru Keresidenan Banten digabung kepada Provinsi Jawa Barat. Barat dalam Provinsi Jawa Barat adalah maksudnya ujung kulon. Jadi Provinsi Jawa Barat itu wilayahnya adalah seluruh eks Kesultanan Cirebon Hingga Kesultanan Banten. Mestinya dalam hal ini juga termasuk juga Kabupaten Brebes masuk wilayah jawa Barat karena dulu Brebes masuk wilayah kesultanan Cirebon.
Baru di era Presiden Gus Dur, Banten dipisah dari Jawa Barat dan menjadi Provinsi sendiri dengan nama Provinsi Banten. Namun secara emosional kesundaan dan spirit padjajaran, Banten masih terkonek kuat dengan Sang Kakeknya Maharaja Sunda Prabu Siliwangi dan Bapaknya Kanjeng Sunan Gunung Jati Syarif Hidayatullah Cirebon.
Ketika KDM menyuarakan Tagline Jawa Barat Istimewa kita bertanya apanya yang Istimewa? Apa bedanya dengan Jogyakarta istimewa? Tentu saja ini sangat menarik untuk kita cermati dan kita pahami dengan benar agar tidak salah paham.
Mengapa Baru sekarang di era KDM berani menyuarakan Jawa Barat Istimewa? Mengapa engga dari dulu-dulu aja? Sebagai urang sunda kita harus bangga, KDM dengan penuh percaya diri bahwa ilmu leluhur sunda sangat istimewa dan KDM menurut penulis sangat yakin Masyarakat Jawa Barat bila memegang teguh prinsip nilai-nilai sunda Jawa Barat akan kembali bangkit dengan segala keistimewaannya.
Lalu apa bedanya dengan Jogyakarta Istimewa? Ya saat ini kita baru bisa membaca bahwa Jogyakarta istimewa karena Produk Politik Kekuasaan Pasca Kemerdekaan. Sedangkan Jawa Barat Istimewa masih dalam proses berjuang. Mudah-mudahan istimewanya Jawa Barat seandainya pun nanti terwujud bukan karena Produk Politik tapi karena tegaknya nilai-nilai kesundaan yang memegang prinsip saling asih asuh asah dan mewangian sebagaimana yang diajarkan oleh leluhur Sunda Siliwangi. (raden sadrun muda)
red/babadbanten.com
















