Tangerang (BabadBanten.com) – Sejarah mencatat betapa gigihnya bangsa Yahudi dalam memperjuangkan tanah yang mereka yakini sebagai “tanah yang dijanjikan.” Meski dihancurkan oleh Wakil Kaisar Romawi, Titus Flavius, pada tahun 70 M, mereka tidak pernah menyerah untuk kembali ke Kota Suci Yerusalem.
Keyakinan yang Mengakar Selama Ribuan Tahun
Selama 2.000 tahun, bangsa Yahudi terus menanamkan harapan melalui doa. Mereka selalu mengucapkan, “Hari ini kita di sini, tetapi besok kita akan berada di Yerusalem.” Keyakinan ini mereka bawa hingga akhirnya, melalui Perjanjian Balfour, mereka berhasil mewujudkan impian tersebut.
Keberhasilan bangsa Yahudi menjadi bukti betapa kuatnya kekuatan keyakinan yang dipadukan dengan kegigihan. Perjuangan panjang ini kini dapat menjadi pelajaran penting bagi bangsa lain, termasuk bangsa kita.
Bangsa Sunda dan Keyakinan sebagai “Ownership Asset Global”
Sebagai bangsa dengan sejarah panjang dan keyakinan akan perannya sebagai “ownership asset global,” bangsa Sunda sebenarnya memiliki potensi spiritual dan mental yang luar biasa. Namun, untuk mewujudkan potensi tersebut, diperlukan fokus dan keteguhan hati yang tak tergoyahkan.
Keyakinan ini harus dimulai dari diri sendiri dan ditanamkan secara kolektif. Tujuannya adalah agar bangsa Sunda memiliki daya tahan spiritual dan mental yang kuat, tidak mudah menyerah, serta mampu menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan berkembang.
Bahaya Ketidaksabaran dan Konflik Internal
Sayangnya, perjuangan sering kali gagal karena ketidaksabaran. Baru beberapa bulan menjalani proses pencerahan, sudah banyak yang menyerah atau bahkan memfitnah sesama. Sikap seperti ini hanya akan menghambat tercapainya tujuan besar bangsa Sunda.
Bangsa kita harus belajar untuk lebih sabar dan fokus dalam perjuangan. Jangan biarkan keyakinan yang diwariskan leluhur hanya menjadi dongeng semata. Dengan menjaga semangat dan persatuan, tatanan Ratu Adil Al-Mahdi bisa tegak di Nusantara, membawa manfaat besar bagi dunia.
Pelajaran dari Bangsa Yahudi
Kisah bangsa Yahudi memberikan pelajaran berharga bahwa keteguhan dan konsistensi dalam perjuangan akan membawa hasil. Sebagai bangsa dengan potensi besar, kita harus mengambil hikmah dari perjuangan tersebut. Fokus, kesabaran, dan keteguhan hati adalah kunci untuk mewujudkan visi besar bangsa Sunda sebagai pusat peradaban dunia.
















