Perbandingan Peran dan Arah Peradaban
Tangerang (babadbanten.com)
Perkembangan dunia saat ini mengundang perhatian besar, mengingat kita sedang menyaksikan gelaran peradaban manusia yang terus berubah. Dalam Al-Qur’an, Tuhan memberikan mandat kepada manusia untuk menjadi Khalifah-Nya di bumi ini. Tugas ini bukan hanya sekadar amanah, tetapi tanggung jawab besar untuk memelihara dan menjaga bumi.
Penolakan Iblis Terhadap Mandat Tuhan
Sebagai Khalifah, manusia mendapat penolakan keras dari Iblis. Iblis menolak dengan tegas ketika Tuhan memilih Adam sebagai Khalifah di bumi, dan ia berjanji akan melawan manusia hingga akhir zaman. Namun, kita tidak perlu khawatir dengan sikap Iblis. Biarkan ia membenci kita selama apapun, yang penting kita tetap mematuhi tugas yang diberikan Tuhan kepada kita.
Tugas Manusia sebagai Khalifah
Sebagai Khalifah, tugas kita jelas: menjaga, merawat, dan memakmurkan bumi. Al-Qur’an mengajarkan kita untuk menebarkan rahmat kepada semua makhluk. Siapa pun yang merusak alam bukanlah manusia sejati. Merusak bumi adalah pelanggaran terhadap amanah Tuhan, karena manusia seharusnya menjaga bumi dan isinya.
Leluhur Nusantara dan Keharmonisan dengan Alam
Leluhur Nusantara mengajarkan kita untuk memperlakukan alam sebagai sahabat. Mereka hidup selaras dengan alam, menjaga kelestariannya dengan tata krama yang penuh hormat. Tidak pernah kita dengar leluhur Nusantara merusak alam. Sebaliknya, alam memberi kehidupan yang melimpah kepada mereka, mencukupi kebutuhan hidup.
Kerusakan Alam Pasca Kedatangan Kolonial
Kerusakan alam mulai terjadi setelah kedatangan kaum kolonial. Mereka awalnya datang sebagai pedagang, namun kemudian beralih mengeksploitasi alam untuk memenuhi nafsu industri mereka. Pada akhirnya, mereka menjajah tanah Nusantara untuk menguasai sumber daya alamnya. Bukti kekayaan Nusantara yang diangkut ke Eropa dapat dilihat dari Bendungan Amsterdam di Belanda yang berdiri kokoh hingga kini.
Revolusi Industri dan Perusakan Alam Secara Massif
Revolusi Industri di Eropa menandai dimulainya perusakan alam secara besar-besaran. Ambisi mereka untuk menjadi negara maju dan super kaya mendorong mereka untuk mengeruk sumber daya alam tanpa batas. Keinginan untuk menjadi negara adidaya mempengaruhi kebijakan yang akhirnya merusak bumi dan menimbulkan ketimpangan sosial di dunia.
Kerakusan dan Ketidaksetaraan Sosial
Kerakusan manusia mengarah pada perbudakan sosial. Manusia yang berkuasa dan kaya menjadi penguasa, sementara yang lemah dan miskin terpinggirkan. “Hukum logika” tampaknya membenarkan ketidakadilan ini, dan agama pun tak mampu merubah tatanan sosial yang telah ada. Ketimpangan ini terus berlangsung hingga saat ini, bahkan di zaman modern.
Membela Manusia Lemah dan Peran Gagasan Nusantara
Lalu, siapa yang akan membela manusia yang lemah dan tertindas? Adakah ajaran yang benar-benar memanusiakan manusia? Inilah yang menjadi pertanyaan utama. Apakah ini pertarungan akhir zaman antara Gagasan Nusantara yang mengutamakan keharmonisan dan Gagasan Elite Global yang mementingkan kekuasaan dan keuntungan?
Menjadi Pemain Utama dalam Pertandingan Akhir Zaman
Ini adalah momen penting untuk kita (para dzuriat Nusantara) untuk menjadi pemain utama dalam pertempuran ideologi ini. Kami berharap bahwa nilai-nilai yang diajarkan oleh leluhur kita akan menjadi pedoman bagi generasi mendatang dalam mempertahankan keberlanjutan alam dan kehidupan.
Penutup
Mari kita jaga bumi ini, agar kita tetap memenuhi amanah Tuhan sebagai Khalifah-Nya di bumi ini. Wallahu a’lam.
Views: 0







