Beranda / Trending / Belajar Berjalan di Tengah Badai

Belajar Berjalan di Tengah Badai

Tangerang (babadbanten.com). Duh Gusti, oh selama ini banyak dari kita yang tidak tahu cara berjalan di tengah badai. Sehingga langkah-langkah kita terhenti dan berputar-putar tidak karu-karuan. Bingung mau ngapain. Seolah-olah tidak ada jalan lagi untuk bisa sampai di tujuan.

Segala upaya yang kita lakukan berharap ada keajaiban dan “pertolongan” Tuhan yang bisa menyelesaikan segala masalah yang kita anggap melilit diri kita dan membuat diri kita memandang hidup kita begitu rendah.

Oh ternyata, kita selalu salah memandang. Kita keliru melihat dan ternyata kita belum mampu memilah-milah mana sebenarnya masalah yang sebenar-benarnya masalah dan mana yang dianggap masalah tapi sebenarnya adalah peluang sukses yang Tuhan sudah bentangkan buat kita untuk sukses hidup mulia.

Kebanyakan dari kita memandang badai adalah masalah namun bila kita lebih jernih memandang ternyata itu adalah jalan punya kita sendiri yang diperuntukkan buat diri kita yang mau sukses dan berani membayarnya. Bila kita terus berjalan dengan tidak memperdulikan gangguan dari hantaman badai kita pasti sampai ke puncak Sukses hidup Mulia.

Terus apa yang harus kita persiapkan untuk bisa berjalan ditengah badai?

Pertama, kita harus mengerti benar siapa diri kita. Kekuatan dan kelemahan diri kita. Potensi yang kita punya dan kemampuan yang kita kuasai.

Kedua, kita harus mampu mengendalikan dan memenej emosi kita. Semakin kita mampu mengendalikan dan memenej emosi diri kita semakin kita mampu melihat jalan sukses mulia dalam gulungan badai. Kita harus melatih terus sikap sabar dan rasionalitas yang sehat dalam melihat realitas kehidupan.

Semakin kita melatih sikap sabar dan mengasah akal sehat kita semakin kita mampu melihat dengan terang jalan sukses hidup mulia hidup kita sendiri. Kita bisa berjalan-jalan dengan riang gembira dalam gulungan badai dan hantaman badai yang dahsyat sekalipun.

Akhirnya kita percaya, Tuhan sudah mempersiapkan diri kita untuk siap dan mampu menghadapi segala macam rupa tantangan yang akan kita hadapi dalam kehidupan nyata.

Ketiga, kita harus terus belajar. Pengalaman mengajarkan, merasa sudah hebat dan tidak perlu lagi mengupgrade serta mengupdate perkembangan kemajuan zaman membuat diri kita stagnan. Mandek tidak bisa bergerak lincah. Bahkan nyaris terperosok ke jurang kehidupan level rendah.

Oleh karenanya, kita perlu “merasa” sudah hebat, bernasab mulia serta sudah merasa menjadi tokoh hanya karena sesuatu yang pernah kita lakukan dimasa lampau dengan sukses dan berhasil. Sebab hal itu adalah virus yang mematikan buat kita terus bertumbuh.

Sikap terus belajar harus menjadi komitmen diri kita agar kita terus berlatih dan semakin terlatih sehingga menjadi mudah buat kita dalam menjalani dan menghadapi segala macam bentuk rintangan, hambatan dan tantangan. Dengan sikap terus belajar kita yakin bisa merobohkan benteng penghalang yang kokoh sekalipun.

Keempat, kita harus bersungguh-sungguh Ikhtiar dan bersungguh-sungguh berdoa. Kita percaya dengan bersungguh-sungguh Ikhtiar dan bersungguh-sungguh berdoa kita percaya dan yakin pasti kita berhasil, sukses hidup mulia. Amiin. (red/ts/101).

 

Views: 0

Tag:

Tinggalkan Balasan