Beranda / Tentang Kami / Bakal Diresmikan Presiden Prabowo : Bank Emas Bisa Jadi Bullion Bank Terbesar Di Dunia

Bakal Diresmikan Presiden Prabowo : Bank Emas Bisa Jadi Bullion Bank Terbesar Di Dunia

BANK EMAS BISA JADI BULLION BANK TERBESAR DI DUNIA

Oleh : Safari Ans

Jakarta, Rabu 26 /02/2025 (babadbanten.com). Banyak publik di Indonesia belum paham betul apa bullion bank. Saya sudah teriak sejak 25 tahun lalu. Bahwa Indonesia membutuhkan bullion bank.

Bagi masyarakat Hong Kong, Swiss, Inggris, dan Amerika Serikat, sudah familiar dengan bullion bank. Presiden Soekarno atas nama bangsa sejak tahun 60-an sudah menyimpan emas di bank-bank di luar negeri. Salah satunya di Union Bank of Switzeeland (UBS). Upaya Soekarno ini merupakan lanjutan dari tradisi nenek moyang bangsa Indonesia sejak zaman kerajaan-kerajaan Nusantara ratusan tahun yang lalu.

Setidaknya ada dua keuntungan dengan menempatkan emas di bullion bank. Satu, harga emas sejak dulu tidak pernah turun. Dulu sebatang emas 1 kg hanya dapat ditukar dengan sekarang cengkeh. Kini 1 kg emas dapat beli 1 ton cengkeh. Begitulah kira-kira bandingannya. Jadi, ketika kita menempatkan emas di bullion saat ini, maka akan dicatat dengan harga Antam 1kg seharga Rp 1,7 miliar. Lima tahun yang akan datang bisa jadi Rp 2 miliar. Maka SKR penempatan emas akan dibukukan dengan nilai saat kita tempatkan emas di bullion bank. Kedua, nasabah mendapat profit dari bank, kalau UBS tahun 60-an ketika Bung Karno menempatkannya sebesar 2,5% setahun.

Selain Swiss, Amerika Serikat paling banyak menggunakan emas dari Indonesia. Bank sentral negara Paman Sam itu, meminjam emas dari Kerajaan Galuh Pajajaran, kini tercatat 140 juta kg. Saya sempat membaca dokumen yang dikeluarkan JP Morgan. Dan itu memang benar. Jadi pencetakan USD, memang menggunakan kolateral emas Indonesia, sehingga saham bangsa Nusantara di Federal Reserve Bank (bank sentral AS) sekitar 78% ini yang diwakili oleh Soekarno sebagai “Anak Dewa” kala itu. Kepemilikan “Anak Dewa” membuat bangsa Amerika saat ini tak nyaman. Itulah makanya Elon Musk minta Donald Trump bubarkan saja FED. Akan tetapi aset Trump juga berada di Mother Account di FED yang hingga kini tak bisa dicairkan beserta 300 konglomerat dan raja dunia yang terhimpun dalam The Committee 300.

Tetapi menurut catatan sejarah yang saya baca, Banten paling menyimpan emas. Ada dokumen tua, menyebutkan, bahwa peninggalan emas Banten mencapai 4.000.000 (empat juta) metrik ton. Dokumen itu tercatat pada dokumen yang dibuat dari kulit kayu yang tersimpan di Unesco. Tetapi belum terlacak di bank apa, Banten menempatkan emas sebanyak itu. Ada kemungkinan di Jerman seperti aset-aset Aceh. Itulah sebab Jerman pernah melarang Soeharto menggunakan tank buatan Jerman untuk melawan GAM di Aceh saat itu.

Emas-emas kerajaan yang tersimpan di The Javashe Bank (bank sentral penjajahan Belanda di Batavia), sedikit demi sedikit diangkut ke Belanda. Terkumpullah hingga 57.000 (lima puluh tujuh ribu) lebih. Ketika Hitler menaklukan Belanda, emas itu diangkut oleh Hitler ke Jerman. Nah, ketika Jerman kalah dengan tentara sekutu pimpinan Amerika Serikat, maka emas 57.000 ton lebih itu dibawa ke negaranya. Atas usul Haji Agus Salim kepada Soekarno waktu itu, agar Soekarno segera menemui Presiden AS John F Kennedy (JFK) untuk mengklaim bahwa emas 57.000 ton lebih itu milik Indonesia. Tentu saja JFK tidak mau, karena mereka menganggap emas itu hasil rampasan perang. Lobi Soekarno kemudian meminta kepada JFK bahwa emas 57.000 ton lebih tidak perlu dikembalikan ke Indonesia, tetapi cukup diakui saja. JFK setuju. Karena sudah diakui, maka AS kena pembayaran profit 2,5% kepada Indonesia. Soekarno dan JFK setuju. Itu tertuang dalam perjanjian Green Hilton Memorial Agreement antar keduanya. Perjanjian itu diteken 14 November 1963. Berlaku pembayaran profit pertama pada 14 November 1965. Tetapi sebelum jatuh tempo Soekarno “dikudeta” melalui peristiwa 30 September 1965 (G30S/PKI). Patut diduga, dalang kudeta itu CIA (Amerika). Dan Soekarno akhirnya jatuh. Dengan jatuhnya Soekarno, AS mengabaikan pembayaran profit 2,5% tadi hingga kini.

Masih banyak cerita dan fakta bahwa bangsa Indonesia (Nusantara) telah lama investasi emas di dunia internasional. Belum lagi ada cerita bahwa ketika Nabi Sulaiman AS wafat, istrinya Ratu Bilqis diwasiatkan agar menyelamatkan emas-emas kekayaan peninggalan Nabi Sulaiman AS. Ratu Bilqis konon ceritanya membawa emas-emas itu ke Nusantara. Konon kabarnya (masih perlu diteliti secara ilmiah) emas-emas disimpan disebuah kota yang kini bernama Solo. Mungkin bisa saja nama kota Solo itu berasal dari nama King Solomon. King Solomon menurut penuturan bahasa Inggris (berbagai literatur) yang maksudkan adalah Nabi Sulaiman AS. Jadi Permadi, SH sering berteriak bahwa Indonesia mewarisi kekayaan King Solomon mungkin ada benarnya.

Jika benar Bank Emas yang diresmikan Presiden Prabowo nanti adalah bullion seperti UBS di Swiss, seperti Hang Seng Bank di Hongkong, seperti WellFargo Bank di Amerika Serikat, dan lainnya, maka ada kemungkinan Bank Emas ini akan menggantikan posisi bank-bank itu sebagai bullion bank terbesar di dunia. Salam Safari Ans

Editor : Soleh Muda

Views: 0

Tinggalkan Balasan