Beranda / Trending / Agama Bukan Untuk Membius Rakyat

Agama Bukan Untuk Membius Rakyat

Agama Bukan Untuk Membius Rakyat

Tangerang, 15/01/2026 (babadbanten.com). Kutipan Sayyid Ruhollah Musavi Khomeini bahwa “agama tidak diturunkan untuk membius rakyat” secara langsung merupakan bantahan dan jawaban dari kritik klasik Karl Marx yang menyebut agama sebagai “opium of the people” (candu bagi rakyat).

Bagi Marx, agama kerap berfungsi sebagai pelarian semu: menenangkan penderitaan, tetapi sekaligus membuat manusia mau menerima ketidakadilan sosial sebagai sesuatu yang wajar dan tak terelakkan. Dalam konteks ini, agama dianggap mengalihkan perhatian rakyat dari akar penindasan yang bersifat ekonomi dan struktural.

Menurut Khomeini, agama hanya menjadi “candu” ketika diperalat oleh kekuasaan untuk membungkam kesadaran kritis rakyat. Agama yang direduksi menjadi ritual kosong, yang mengajarkan kepasrahan tanpa keadilan, memang berfungsi membius—seperti yang dikritik Karl Marx.

Tetapi itu adalah agama yang diselewengkan, bukan hakikat agama itu sendiri. Dalam pandangan Khomeini, agama sejati berfungsi sebagai kekuatan pembebasan yang membangunkan manusia dari kebodohan, ketakutan, dan penindasan. Khomeini menekankan potensi agama sebagai sumber kesadaran revolusioner yang membela kaum tertindas.

Dengan demikian, perbedaan keduanya terletak pada kesimpulan, bukan sepenuhnya pada diagnosis. Marx dan Khomeini sama-sama mengkritik agama yang membius dan melanggengkan ketidakadilan.

Dalam pandangan Khomeini, agama sejati justru berlawanan dengan candu. Agama berfungsi sebagai kekuatan pembebasan yang membangunkan manusia dari kebodohan, ketakutan, dan penindasan.

Jika Marx menyoroti bagaimana agama bisa menjadi bius dan alat ideologis bagi kelas penindas, Khomeini menekankan potensi agama sebagai sumber kesadaran revolusioner yang membela kaum tertindas dan menuntut keadilan.(10155)

Editor : Tubagus XVII

Views: 5

Tag:

Tinggalkan Balasan