Keadilan Hanya untuk negara Kuat, Tidak Ada Keadilan buat Negara Lemah
Tangerang, Ahad 31/05/2026 (babadbanten.com). Jangan bermimpi akan tercipta keadilan sosial bagi seluruh umat manusia bila struktur kekuasaan dunia tidak adil. Kita bisa melihat dengan mata telanjang contoh nyatanya di PBB. Seperti Hak Veto Dewan Keamanan PBB hanya dikuasai oleh 5 negara saja. Dari ke 5 negara itu tidak ada satupun yang mewakili Umat Islam.
Padahal hingga kini tidak jelas kriteria negara yang memiliki hak veto. Bila kriterianya pemenang di perang dunia ke 2, ya bangsa Indonesia seharusnya masuk. Bila kriterianya jumlah penduduk maka seharusnya bangsa Indonesia masuk. Dan bila kriterianya agama seharusnya bangsa Indonesia masuk. Sebab bangsa Indonesia merupakan bangsa yang mewakili umat Islam terbesar di dunia.
Tapi hal tersebut tidak berlaku. Mereka sengaja menciptakan struktur jomplang agar bisa mengendalikan dunia. Meskipun dengan cara-cara kekerasan. Dan itu bisa kita saksikan dengan mata telanjang Amerika Serikat menghancurkan Bagdad Irak. Uni Sovyet menghancurkan Afganistan. Meskipun tidak terbukti tuduhan terhadap Irak, Amerika Serikat tetap tidak mendapatkan hukuman apapun. Semuanya bungkam. Diam.
Namun sejarah tidak statis. Dia terus bergerak. Yang tadinya berstatus negara super power, bertindak sehendakdewek, di era metaverse ini sudah mulai ada perlawanan. Keberanian untuk melawan. Dan ternyata negara yang dianggap hebat tidak sesuai ekspektasi dunia. hal ini bisa kita lihat di perang horizontal Amerika Israel melawan Iran sendirian. Tapi Iran masih bisa tegak dan tidak terkalahkan.
Penulis yakin, negara-negara yang dilemahkan oleh “negara-negara super power” karena agar mudah dieksploitasi perlahan pasti akan bangkit dan kuat. Sebab Sejarah terus bergerak, tidak statis. Siapa yang gagal paham dan gagal beradaptasi pasti hancur. Tidak terkecuali negara yang mengklaim sebagai negara super power.(101)
Penulis Tubagus Soleh, Ketua Putera Nusantara Indonesia (PNI).
Editor : Raden Shodrun
Views: 2






