Banten Tanah bertuan dan Bertuah, Belajar dari Kesuksesan Dakwah Walisongo
Tangerang, Ahad 24/05/2026 (babadbanten.com). Mengapa dakwah Islam Walisongo sangat sukses di Nusantara? Mungkin ini bukan pertanyaan yang mengagetkan. Sebab Pertanyaan ini sudah sering dilontarkan berbagai macam pihak. Namun jawaban dari pertanyaan tersebut sangat beragam.
Tapi ada satu hal yang perlu dicatat dari sekian banyak jawaban tersebut yaitu Para Walisongo sebelum masuk ke suatu kampung, perdukuhan, kerajaan, Kesultanan dan wilayah kekuasaan mereka–para walisongo– melakukan sikap kulon nuwun kepada Ahlul Qoryah. Meskipun mungkin secara keilmuan dan kesaktian para walisongo lebih tinggi dari Ahlul Qoryah.
Adab dakwah seperti ini sepertinya tidak lagi menjadi perhatian para Ahluddakwah zaman metaverse. Mereka seenak udelnya masuk dan ngomong sembarangan. Seolah-olah mereka lebih tahu dan lebih hebat dari Ahlul Qoryah. Akibatnya dakwahnya meskipun dengan suara berapi-api tidak tumbuh sama sekali di Tanah yang mereka dakwahi.
Para Kyai zaman dahulu sebelum mendirikan Pesantren atau majelis mereka kulon nuwun terlebih dahulu kepada ahlul qoryah dan dakwah atau pengajaran yang dilakukan pun akhirnya tumbuh subur.
Tanah Banten sejak zaman dahulu memiliki tuan dan bertuah. Maulana Hasanudin yang kemudian menjadi Sultan Pertama pun melakukan hal yang sama yaitu kulon nuwun kepada para ahlul qoryah di Banten.
Jadi kalau mau diterima, tumbuh dan berkembang dakwahnya di Banten harus mau bersikap andap asor. Insyaalloh Ahlul Qoryah di Banten pasti menyambut dengan tangan terbuka. (101)
Editor : Mas Sae Noen
Views: 8







