Sang Sultan
Tulislah sejarah Masa depanmu sendiri
Di persimpangan jalan, aku istirahat sejak di sebuah kedai kopi. Tempatnya biasa saja. Seperti kebanyakan warung kopi di pedesaan. Terbuat dari bilik bambu dan kursinya pun dari bambu.
Aku menikmati tegukan demi tegukan kopi. Sambil ditemani pisang goreng kesukaanku.
Imajinasiku pun mulai merambat naik, seiring matahari perlahan menunjukkan dirinya. Dalam diam aku rasakan sentuhan angin yang lembut menyapa diriku.
Aku pun tersenyum mengangguk-angguk. Tegukan kopi dan nikmatnya pisang goreng membuat imajinasiku semakin terus merambat naik.
Dalam diam diruang dialog batin aku menemukan satu paragraf yang menantang untuk direnungkan, dihitung dan dikerjakan. Yaitu, kamu tidak akan menemukan sejarah yang sebenarnya. Sampai kapanpun. Kamu hanya perlu tindakan kecil dengan penuh keberanian. Apa itu, tanyaku? Dengan lugas dia menjawab, tulis sendiri sejarah masa depanmu.
Aku menyimak dengan seksama. Ya, aku harus menulis sejarah masa depanku. Mungkinkah ini jawaban atas pencarianku selama ini?(Bersambung).
Cerber Tubagus Soleh, Ketum Pucuk Umun BABAD BANTEN
Editor : Tubagus XVII
Views: 15







