Beranda / Trending / TABUNGAN BANGSA JADI URGENT

TABUNGAN BANGSA JADI URGENT

TABUNGAN BANGSA JADI URGENT

Oleh Dr. Safari Ans

Jakarta, Rabu 12/03/2025 (babadbanten.com). Ketika negara dalam keadaan darurat korupsi yang melanda semua sektor di Indonesia, maka hanya ada dua pilihan agar bangsa ini bisa keluar dari situasi berbahaya ini. Di Indonesia saat ini, korupsi sudah sulit dibendung. Bahkan kasus-kasus korupsi semakin besar nilainya. Hingga mencapai Rp 1.000 triliun dalam satu kasus. Itu artinya, Indonesia dalam situasi “Darurat Korupsi”. Kalau tidak mendapat dukungan penuh rakyat, penulis meragukan kemampuan Presiden Prabowo Subianto dapat memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya.

Pilihan pertama, Indonesia membutuhkan pemimpin otoriter putih. Pemimpin yang tegas dan bijaksana serta menjunjung tinggi hukum. Seperti Ratu Shima (Kerajaan Nusantara) yang menghukum anak kandung sendiri, karena melakukan tindak kriminal. Namun sayang, DPR sudah terlanjur kuat. Lebih kuat dari Presiden. Padahal DPR sendiri sudah menjadi sarang koruptor. Hampir tidak ada kasus korupsi besar yang tidak melibatkan anggota DPR. Dan lebih berbahaya lagi, tokoh yang terlibat kasus korupsi di Indonesia, masih berusia muda. Seakan masa pandemi korupsi di Indonesia akan berlangsung lama dengan modus berbeda-beda. Penulis berharap, Presiden Prabowo Subianto bisa menjadi pemimpin otoriter putih. Semata buat kepentingan rakyat dan negara. Namun pernyataan yang mencuat belakangan bahwa Prabowo hanya akan menjabat dua tahun saja, memberi sinyal sang Presiden tidak percaya diri memimpin bangsa ini.

Pilihan kedua, ketika investasi global yang telah dilakukan raja-raja Nusantara selama satu abad lebih yang telah disempurnakan oleh Soekarno, maka harus disediakan wadah rekening penampung. Liku-liku Danantara yang masih misterius dan layanan Bank Emas yang belum mumpuni itu, mengharuskan Indonesia memiliki “national savings” atau tabungan bangsa.

Pengelolaan rekening Tabung Bangsa akan berbeda pengelolaannya dengan rekening-rekening lainnya yang sudah ada baik di Bank Indonesia (BI) maupun yang ada di bank pelaksana. Karena rekening Tabungan Bangsa dikelola seperti ini.

Pertama, rekening Tabungan Bangsa berada di BI dan dikelola oleh BI bukan berada pada bank pelaksana. BI harus mempermudah uang yang akan masuk rekening Tabungan Bangsa, tetapi mempersulit uang yang akan keluar. Tabungan Bangsa adalah milik bangsa. Bukan milik negara. Juga bukan milik Pemerintah. Kalau milik negara, khawatir pejabat negara berkuasa akan intervensi. Kalau milik Pemerintah, khawatir pejabat Pemerintah melakukan intervensi juga.

Kedua, penggunaan rekening Tabungan Bangsa harus seizin Sidang Paripurna MPR. Bukan oleh DPR. Kalau DPR sudah tidak dipercaya rakyat saat ini karena sudah jadi sarang koruptor. Kalau MPR berarti ada unsur DPD dan DPR. Keduanya wakil rakyat dan wakil daerah. MPR akan bersidang minimal setahun sekali untuk membahas proposal Pemerintah untuk meminjam uang yang ada di Tabungan Negara. Bukan gratis, tapi meminjam. Jika Pemerintah memerlukannya. Begitu proposal Pemerintah masuk ke MPR, maka MPR harus bersidang, apakah proposal Pemerintah bisa diterima atau ditolak. Setelah proposal itu diterima sidang paripurna MPR, barulah BI memanggil pihak pemegang rekening Tabungan Negara. Jika proposal Pemerintah ditolak MPR, maka BI tidak dapat mengeluarkan dana sedikitpun dari Tabung Negara.

Ketiga, pemegang rekening Tabungan Bangsa adalah Anak Dewa. Karena dialah pemegang aset Nusantara yang telah disetujui alam, Tuhan, dan seluruh kerajaan Nusantara yang telah berinvestasi secara global selama seabad lebih. Cara mengetahuinya, Anak Dewa bisa memindahkan atau mencairkan dana-dana White Spriritual Boy yang kini ada sekitar 886 rekening di seluruh bank di dunia. Anak Dewa ini bersifat rahasia di atas rahasia. Bahkan ia bersifat ada tapi tiada. Hanya orang tertentu di BI yang tahu. Keberadaannya tidak diketahui oleh publik. Tetapi ada.

Keempat, Tabungan Bangsa terkoneksi secara langsung dangan Bank Dunia, IMF, dan BIS. Sehingga semua pergerakan atau aktivitas rekening Tabungan Bangsa terbaca dengan jelas oleh ketiga lembaga itu. Cara ini membuat BI dan MPR tidak bisa bermain mata, karena Bank Dunia melalui perintah Anak Dewa bisa memblokir transaksi yang tidak sesuai dengan prosedur pencairan Tabungan Bangsa.

Kelima, rekening Tabungan Bangsa bisa dimulai tahun 2025. Karena tahun ini adalah momentum yang ditunggu-tunggu oleh seluruh rakyat Indonesia dan dunia. Penulis sebagai ilmuan bersedia mempresentasikan kepada Pemerintah dan DPR tentang konsep dan implementasi Tabungan Bangsa ini.

Konsep ini tidak ada di negara manapun. Karena hanya Indonesia sebagai Nusantara yang memiliki aset tersebsar di dunia saat ini. Karena di Indonesia, secara de jure kerajaan Nusantara sudah tidak ada. Yang ada adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mungkin kelak akan ada Nusantara Kingdom. Di Jepang, Kaisar memegang rekening besar. Di Inggris juga begitu. Apalagi Brunai Darussalam dan Arab Saudi.

Dengan konsep Tabungan Bangsa, Indonesia tidak lagi tergantung kepada pinjaman luar negeri. Bahkan dengan hadirnya Tabungan Bangsa akan memperkuat cadangan devisa negara yang sekarang ini tidak pernah melewati angka USD 200 miliar. Amat kecil dibandingkan Tiongkok yang kini mencapai lebih dari USD 3 triliun.

Tingginya cadangan devisa akan memicu kekuatan fondamental ekonomi nasional, sehingga kepercayaan para investor akan semakin meningkat. Bahkan prediksi penulis, jika Indonesia ada Tabungan Bangsa semecam ini, akan menjadikan ekonomi Indonesia sebagai yang terkuat di dunia. Salam Safari Ans.

Penulis adalah Peneliti Senior Aset Nusantara

Editor : Saderun Muda

Views: 16

Tag:

Tinggalkan Balasan