Buku Kedua Cerpen Tubagus
Penulis Tubagus Shoodrun
Bagian Keenam
Semangat Baru. Spirit Baru. Skenario Baru. Siap memasuki Zaman Edan.
Tangerang, Kamis 24/09/2026 (babadbanten.com). Tidak ada bukti otentik Kesultanan Banten membubarkan diri. Dan tidak ada bukti otentik Raffles “penguasa” Jawa pada masa itu membubarkan Kesultanan Banten. Apa yang terjadi di tahun 1813 di masa Sultan Muhammad Syafiudin oleh pemerintahan kolonial Inggris di bawah kekuasaan Letnan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles bukan pembubaran Kesultanan Banten. Tapi kesultanan Banten menjadi bagian dari kekuasaan Kerajaan Inggris Eropa. Ucap Kawanku.
Ucapan Kawanku sangat mencerahkan pikiranku. Walaupun aku belum paham. Tapi ucapan kawanku itu membuat pikiranku bertanya, Benarkah tidak ada bukti otentik pembubaran Kesultanan Banten? Atau Kesultanan Banten menyatakan membubarkan diri? Bila saja ucapan Kawanku ini bisa dijadikan “rujukan” awal untuk menelusuri jalannya gelap sejarah masa lalu, pastinya sangat menantang. Aku pun tidak berkuah kata. Hanya menjadi pendengar yang menyimak.
Aku sendiri selalu bertanya kepada para pinisepuh tentang perjuangan Leluhur Banten dalam mempertahankan Eksistensi Kesultanan Banten. Dari cerita tersebut ada beberapa perjuangan dzuriat Kesultanan Banten yang begitu melegenda maupun yang hanya diketahui oleh sebagian kecil rakyat Banten saja, seperti perjuangan Ki Tubagus Buang, Ki Tubagus Tapa, Ki Tubagus Kosim di Tangerang, Ki Tubagus Santun di Tangerang dan masih banyak lagi yang yang aku dengar yang begitu gigih mempertahanan eksistensi kesultanan Banten.
Aku yakin masih banyak para Tubagus, Raden dan para keturunan Banten Siliwangi bahkan Para keturuan dari Bugis Makasar yang berjuang bahu membahu untuk menjaga eksistensi Kesultanan Banten dari “penghancuran” yang begitu “gila” dari bangsa Eropa.
Walaupun pada akhir ceritanya Kesultanan Banten runtuh. Sekarang yang terlihat tinggal puing-puing Kratonnya yang masih berdiri kokoh.
Sampai detik ini pun aku masih menduga-duga sikap politik dari Bangsa Inggris Eropa yang begitu bernafsu menghancurkan Kesultanan Banten. Padahal Kesultanan Banten sudah menjalin hubungan baik dengan kerajaan Inggris dengan mengirimkan duta besar resmi kesultanan Banten. Dan ini dalam catatan sejarah merupakan duta besar pertama dari Benua Nusantara ke Kerajaan Eropa.
Tapi lagi-lagi, pertanyaan tentang kekuasaan tidak gampang dijawab. Banyak variabelnya yang tidak terlihat. Semuanya seperti terlihat natural saja. Normal-normal saja. Padahal kita sering kali tidak menduga bahwa semua tampilan panggung politik sudah di setting sedemikian rupa.
Mungkin itu juga yang terjadi di masa itu, dimana Kesultanan Banten harus menghadapi “tekanan” dari Kekuatan Elite Global yang tidak terlihat.
Mereka melihat kita, mereka membaca kita, mereka berhitung tentang kita. Dan mereka mengambil tindakan terhadap kita. Tidak peduli kita harus menderita dari tindakan Mereka. Tapi itulah Kekuasaan dan kekuatan bekerja kepada tuannya yang berkuasa.
Sedangkan kita tidak mengerti apa yang sebenarnya yang mereka inginkan kepada kita. Sikap Kita Keukeh terhadap “keyakinan” dan “kepercayaan diri” kita yang sebenarnya sudah rapuh.
Logika kekuasaan dan kekuatan sangat berbeda dengan logika akademik dan logika ilmiah yang selalu dicekoki di sekolah dan di kampus. Kedua logika ini sampai kapanpun tidak akan bertemu.
Logika kekuasaan dan kekuatan bisa membuat kita menjadi penguasa. Sedangkan logika akademik dan logika ilmiah memang di setting untuk menjadikan kita hanya sebagai karyawan yang tunduk pada tuannya.
Disinilah kita harus sadar. Zaman Bergerak sesuai porosnya. Anda gagal paham. Bersiaplah menjadi korban terlindas roda zaman yang berputar tanpa kenal ampun. (Bersambung).
Ciputat 24/09/2026
Jam 07.21
Views: 14






