Menu

Mode Gelap
Thoriqot, Pilar Utama Pergerakan BABAD BANTEN Inkompentensi Pejabat Sangat Membahayakan Bagi Masa Depan Bangsa Belajar dari Pohon Bambu Pondok Pesantren Modern Daarul Muttaqien : Melahirkan Alumni Hebat FILSAFAT RASA: Menemukan Kembali Organ Pengetahuan Nusantara

Berita · 16 Jan 2025 01:42 WIB ·

Sejarah Peteng Pasti Terang Kembali


 Sejarah Peteng Pasti Terang Kembali Perbesar

Tangerang (babadbanten.com). Sedikit demi sedikit cerita Keluarga Kesultanan Banten mulai terungkap. Seiring intensifnya silaturrahim dan silaturahmi sesama dzuriat.

Wadah dzuriat yang mulai tumbuh seperti BABAD BANTEN, FDKB, LPAKB dst menjadi rumah besar dzuriat untuk bisa saling berbagi cerita, kisah, dan tentu saja untuk saling menguatkan sesama dzuriat. Semangat deduluran begitu terasa.

Penulis pernah ikut acara salah satu dzuriat di kenari Banten. Penulis melihat dan merasakan begitu luar biasa rasa penghormatan kepada sesama dzuriat. Saling melepas kangen seperti sudah tidak bertemu ratusan tahun.

Bagi yang melihat sepintas lalu, barangkali pertemuan seperti itu dianggap hal biasa. Apalagi yang datang bukanlah para “tokoh” penting pemerintahan atau tokoh Ulama Ternama. Namun ikatan bathin yang tersambung diantara para dzuriat berdampak sangat signifikan untuk menyatukan ikatan dan beungkeutan Sejarah yang tercecer. Atau kita sering sebut sejarah Peteng.

Ikhtiar yang tanpa lelah dan semangat yang terus-menerus menyala serta di dorong oleh keinginan yang luhur penulis percaya, pastilah para dzuriat sampai pada gerbang sejarah masa depannya.

Kegelapan sejarah yang sengaja disembunyikan oleh para kaum kolonialis dan Imperialis Bani Eropa pada waktunya akan terkuak dan tersibak.

Tidak mungkin para leluhur membiarkan anak keturunannya hidup sengsara dan menderita akibat dari kebiadaban para kaum kolonialis dan Imperialis.

Salah satu sejarah Peteng yang menarik perhatian penulis adalah tragedi “pendelegitimasi kekuasaan dan politik Kesultanan Banten” yang dilakukan oleh Deandles. Seorang pegawai VOC di Batavia.

Menarik perhatian penulis karena Deandles hanyalah seorang pegawai VOC ; koq berani seorang pegawai VOC membubarkan sebuah institusi negara yang besar bernama Kesultanan BANTEN? Apa yang sesungguhnya terjadi pada waktu itu?

Apa yang menjadi modal “kekuatan moral” Deandles sehingga berani melakukan tindakan kurang ajar? Mengapa hal ini tidak terantisipasi dengan cermat oleh para petinggi kesultanan Banten yang sangat terkenal memiliki kemampuan linuih tingkat tinggi?

Penulis termenung dalam. Mencari jawaban dari gemercik air kali yang bertabrakan dengan sang cadas di pinggir kali Cisadane.

Mudah-mudahan mendapatkan jawaban yang mencerahkan dari sang pemegang amanah leluhur kesultanan Banten.(Red/TS101)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Thoriqot, Pilar Utama Pergerakan BABAD BANTEN

4 Desember 2025 - 23:04 WIB

Inkompentensi Pejabat Sangat Membahayakan Bagi Masa Depan Bangsa

4 Desember 2025 - 03:46 WIB

Belajar dari Pohon Bambu

4 Desember 2025 - 02:35 WIB

Pondok Pesantren Modern Daarul Muttaqien : Melahirkan Alumni Hebat

3 Desember 2025 - 06:27 WIB

FILSAFAT RASA: Menemukan Kembali Organ Pengetahuan Nusantara

3 Desember 2025 - 04:32 WIB

Untuk Apa Banyak-banyak Kawan

3 Desember 2025 - 03:51 WIB

Trending di Berita